Wamen Ekraf Dukung Masuknya Bisnis Nintendo: Ciptakan Pasar Digital yang Sehat

Rabu, 12/08/2026 - 11:31
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, menghadiri Nintendo Business Conference in Indonesia guna meresmikan peluncuran Nintendo Switch serta Nintendo Switch 2 di Indonesia

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, menghadiri Nintendo Business Conference in Indonesia guna meresmikan peluncuran Nintendo Switch serta Nintendo Switch 2 di Indonesia

Klikwarta.com, Jakarta - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, menghadiri Nintendo Business Conference in Indonesia guna meresmikan peluncuran Nintendo Switch serta Nintendo Switch 2 di Indonesia. Wamen Ekraf mengungkap bahwa kehadiran produk Nintendo di Indonesia juga menunjukkan bahwa pasar dan ekosistem gim di dalam negeri memiliki peran yang semakin penting di tingkat regional.

“Kami menyampaikan apresiasi atas kehadiran resmi Nintendo di pasar domestik Indonesia. Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memperkuat pelindungan hak cipta dan memberantas isu _copyright_ di industri game. Masuknya Nintendo secara resmi diharapkan menjadi titik balik penting dalam memajukan industri kreatif nasional,” ujar Wamen Ekraf di The St. Regis, Jakarta, Selasa (11/8). 

Kehadiran resmi Nintendo di Indonesia merupakan hasil dari rangkaian koordinasi intensif yang telah dibangun Kementerian Ekraf sejak pertemuan pertama dengan Nintendo dan The Pokémon Company (TPC) pada Maret 2025. Wamen Ekraf menilai, kehadiran Nintendo tidak hanya membawa dampak dari sisi komersial, tetapi juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dengan para pengembang gim lokal.

"Ekonomi kreatif adalah _new engine of growth_ yang membuka peluang digital luar biasa bagi para pengembang game di Indonesia. Dengan memanfaatkan ekosistem platform Nintendo yang sangat besar, game developer Indonesia diharapkan mendapatkan peluang lebih besar untuk produktif dan mendorong ekspor game Indonesia di pasar global. Ekraf meminta Nintendo untuk secara resmi memasukkan development kit yang menjadi salah satu enabler dalam mendorong masuknya produk game lokal di ekosistem Nintendo” tambah Wamen Ekraf.

Dalam konteks ekspansi global tersebut, hubungan Nintendo dengan Indonesia diharapkan dapat berkembang melampaui aspek distribusi produk. Kolaborasi dapat diperluas melalui pengembangan talenta, berbagi pengetahuan, keterlibatan dengan pengembang, lokalisasi, kolaborasi kreatif, hingga pengembangan IP. Sinergi antara teknologi dan pengalaman global Nintendo dengan keragaman perspektif lokal diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama Indonesia–Jepang di bidang gim.

Nintendo merupakan perusahaan asal Jepang sejak 1889 yang bertransformasi dari pembuat kartu Hanafuda menjadi raksasa video gim, yang hari ini secara resmi mengumumkan dimulainya bisnis mereka di Indonesia melalui kemitraan distribusi tunggal dengan Salim Group, dengan rencana peluncuran komersial produk secara tentatif pada Desember 2026. Pada acara ini selain gim dari Nintendo dan Pokemon, turut ditampilkan juga gim lokal dari _Toge Productions yakni Coffee Talk_ dan _A Space for The Unbound_ sebagai bentuk dukungan Nintendo terhadap ekosistem developer lokal.

“Kami merasa konsol ini sangat cocok di Indonesia karena karakteristik permainannya sangat sesuai dengan masyarakat Indonesia yang sangat mencintai keluarga dan teman-teman mereka. Oleh karena itu, kami berharap para pengguna dapat mencoba langsung serta menikmati berbagai jenis permainan dengan beragam cara bersama orang-orang terdekat,” ungkap Executive Officer Nintendo, Juro Takeuchi.

Dalam agenda penting tersebut, Wamen Ekraf turut didampingi oleh Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi, Muhammad Neil El Himam, dan Direktur Gim, Luat Sihombing. (**) 

Tags

Berita Terkait