Reog Akan Didaftarkan ke UNESCO Oleh Malaysia, Ratusan Seniman Blora Gelar Aksi Protes di Goa Sentono

Minggu, 10/04/2022 - 17:47
Ratusan seniman Reog menggelar aksi protes atas rencana Malaysia yang akan mendaftarkan Reog ke UNESCO.

Ratusan seniman Reog menggelar aksi protes atas rencana Malaysia yang akan mendaftarkan Reog ke UNESCO.

Blora, Klikwarta.com - Ratusan seniman Reog dari berbagai kota Blora, Purwodadi, Ngawi dan Bojonegoro menggelar aksi "Orasi" di Goa Sentono, Desa Mendenrejo, kecamatan Kradenan, Blora Jawa Tengah, Minggu (10/4/2022).

Aksi tersebut dilatarbelakangi karena Reog diklaim milik Malaysia dan akan didaftarkan ke UNESCO.

"Pertunjukan ini sebagai bentuk protes kami terhadap Malaysia yang akan mendaftarkan Reog ke UNESCO. Padahal Reog ini asli dari Ponorogo Indonesia," ujar Hanafi.

Lebih lanjut Hanafi berharap kepada pemerintah Indonesia untuk segera mendaftarkan Reog sebagai kesenian asli Indonesia ke UNESCO.

"Aksi ini perwakilan dari Blora untuk Indonesia. Pemerintah harus segera mendaftarkan Reog ke UNESCO. Reog ini kesenian asli Ponorogo Indonesia bukan dari Malaysia," tegasnya.

Ratusan seniman menggelar aksi tarian dan atraksi Reog warisan budaya tak benda tersebut. Ratusan penonton pun memadati Goa Sentono yang terletak tepat dipinggir sungai Bengawan Solo.

Reog[1] (aksara Jawa: ꦫꦺꦪꦺꦴꦒ꧀, Réyog) adalah tarian tradisional dalam arena terbuka yang berfungsi sebagai hiburan rakyat, mengandung unsur magis, penari utama adalah orang berkepala singa dengan hiasan bulu merak, ditambah beberapa penari bertopeng dan berkuda lumping dan reog asli dari Indonesia. Reog merupakan salah satu seni budaya yang berasal dari Jawa Timur bagian barat-laut, dan Ponorogo dianggap sebagai kota asal Reog yang sebenarnya. Gerbang kota Ponorogo dihiasi oleh sosok warok dan gemblak, dua sosok yang ikut tampil pada saat Reog dipertunjukkan. Reog adalah salah satu budaya daerah di Indonesia yang masih sangat kental dengan hal-hal yang berbau mistik dan ilmu kebatinan yang kuat.

(Pewarta: Fajar)

Berita Terkait