Pesta Hand Sanitizer di Rutan, Tiga Napi Tewas 

Sabtu, 26/06/2021 - 13:33
Foto Ilustrasi
Foto Ilustrasi

Klikwarta.com, Blora - Tiga  orang narapidana atau warga binaan di Rutan Kelas II B Blora tewas setelah pesta  hand zaniter (cairan pembersih bakteri/virus di tangan)pada Rabu (23/6/2021).

Kepala Rutan Kelas II B Blora, Dedi Cahyadi mengungkapkan ada 10 orang warga binaan di Rutan Blora yang kedapatan meminum hand sanitizer di dalam sel tahanan. 

"Lebih kurang 10 orang. Kemudian yang mengalami reaksi ini ada 6 orang, tapi yang 3 yang meninggal dan yang 3 masih perawatan," kata Dedi saat dihubungi awak media ini, Jumat (25/6/2021).

Dedi menceritakan bermula pada hari Senin (21/6/2021) lalu, pihaknya usai membagikan sejumlah barang yang merupakan pengadaan kantor untuk para warga binaan dalam rangka penanggulangan Covid-19. 

Barang yang dibagikan tersebut antara lain, yakni berupa madu, multivitamin, masker, dan hand sanitizer semprotan kecil 100 ml.

"Kami baru dapat informasi dari petugas keamanan kejadiannya hari Rabu malam jam 21.00 WIB, ada beberapa warga binaan di salah satu blok kondisinya lemah," ungkap Dedi.

Mengetahui kondisi itu, pihaknya lalu menelepon salah seorang teman untuk menanyakan ke dokter. Pasalnya Rutan Blora sendiri tidak memiliki tim dokter khusus. 

"Saya coba tanya ke teman saya gimana kondisi seperti ini, baiknya lebih baik di larikan ke RS atau dicek sama dokter, akhirnya kami ambil langkah-langkah untuk telepon TRC (Tim Reaksi Cepat). Alhamdulillah langsung direspons, tim kesehatan Blora datang langsung ditangani dan satu orang disarankan untuk rujuk," katanya.

Satu warga binaan kemudian dirujuk ke RSUD dr R Soetijono Blora. Selang beberapa jam kemudian, akhirnya yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia.

"Ditemukan titanus, meninggalnya diagnosanya titanus.Ada juga penyakit penyerta," terangnya.

Dedi melanjutkan, keesokan harinya tepatnya saat tengah perjalanan sedang mengantarkan jenazah warga binaannya itu, pihaknya mendapat telepon terkait adanya 2 orang warga binaan yang lain juga dalam kondisi kritis.

Dirinya lalu memerintahkan petugas yang ada di Rutan Blora untuk merujuk mereka ke rumah sakit. Tetapi, beberapa rumah sakit di Blora penuh saat pandemi Covid-19.

Keduanya akhirnya mendapatkan rujukan tetapi  di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Blora dan  Rumah Sakit Bina Bhakti Husada Rembang.

"Diagnosanya yang dirawat di Rumah Sakit Muhammadiyah Blora pernah stroke berkepanjangan. Diagnosa dokternya meninggalnya gara-gara itu. Yang di Rumah Sakit Rembang juga sama meninggal. Jadi 3 orang yang meninggal dunia," kata Dedi.

Lebih lanjut, dijelaskan bahwa warga binaan Rutan Blora yang kedapatan meminum hand sanitizer hanya dalam satu blok yang diisi sebanyak 23 orang. Untuk blok yang lain tidak.

"Hand sanitizer lalu kita tarik, yang di blok lain Alhamdulillah aman. Satu blok ada 23 orang, yang meninggal itu 3 orang. Jadi tinggal 20 orang,"pungkas Dedi.

(Pewarta : Fajar)

Related News

loading...