Poster-poster Aksi Unras Relawan Lisminingsih-Teteng di Depan Kantor Bawaslu Kota Blitar (foto: Faisal NR / Klikwarta.com)
Klikwarta.com | Kota Blitar - Puluhan relawan pasangan perseorangan Lisminingsih-Teteng (Listeng) berunjuk rasa (unras) di depan kantor Bawaslu Kota Blitar, Minggu (06/09/2020).
Unras itu dilakukan melalui peragaan teatrikal yang mengisyaratkan matinya demokrasi di kota Blitar menjelang pelaksanaan Pilkada Serentak tahun ini. Itu digambarkannya dengan adanya peristiwa ketidaklolosan administrasi Lisminingsih-Teteng di KPU Kota Blitar pada Pilkada Serentak tahun 2020.
Aksi para relawan juga mendapatkan pengawalan ketat dari Kepolisian Resort Blitar Kota. Pendisiplinan Protokol Kesehatan ketika menjalankan aksi juga terlaksana dengan konsekuen.
"Kami menilai ini sebagai bukti adanya kematian demokrasi di kota Blitar yang kita cintai bersama. Melalui kesempatan ini kami menuntut KPU meloloskan pasangan Lisminingsih-Teteng," kata Koordinator Aksi Sudarmanto saat dikonfirmasi Pewarta Klikwarta.com.
Diberitakan sebelumnya, Akibat pandemi virus Korona atau Covid-19, Pasangan calon perseorangan Lisminingsih-Teteng gagal maju di ajang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020 kota Blitar.
Pandemi Covid-19 menjadi penghalang ketika tim Lisminingsih-Teteng mengais dukungan kepada masyarakat, lantaran protokol kesehatan penanganan Covid-19 mesti dijalankan.
Kenyataan ketidaklolosan Lisminingsih-Teteng dikuatkan di rapat Pleno KPU Kota Blitar terkait Rekapitulasi Hasil Perbaikan Pasangan Calon Perseorangan, Kamis (20/08/2020).
Kepada Pewarta Klikwarta.com, dia mengaku kesulitan mencari dukungan di sejumlah kelurahan yang dikendala Lock Down wilayah. Di sisi lain, penguatan jumlah dukungan demi memenuhi syarat minimal pencalonan juga terkendala regulasi perihal tenggat waktu yang diberikan ketika memperbaiki jumlah dukungan.
"Dengan adanya pandemi Covid-19 tatkala kita verifikasi banyak zona merah yang ada di kota Blitar. Setelah masyarakat tahu adanya pandemi ini, masyarakat menjadi ketakutan. Dari KPU sendiri tidak bisa mensosialisasikan, makanya kita pasangan independen tidak bisa memenuhi kuota," kata Lisminingsih dikonfirmasi Wartawan atas ketidaklolosan pencalonannya.
(Pewarta : Faisal NR)








