Sambangi Desa Gedangan, H. Gunawan Tak Hentinya Ingatkan Pentingnya Gotong Royong

Minggu, 30/10/2022 - 15:02
H. Gunawan HS, S.H., M.Hum, saat sambutan Wasbang, di Gedangan Kabupaten Malang, Minggu (30/10/2022).

H. Gunawan HS, S.H., M.Hum, saat sambutan Wasbang, di Gedangan Kabupaten Malang, Minggu (30/10/2022).

Klikwarta.com, Kabupaten Malang - Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Fraksi PDI Perjuangan, H. Gunawan, tak henti-hentinya mengingatkan kepada masyarakat akan pentingnya hidup bergotong royong. Sebab, gotong royong adalah salah satu asas dalam Pancasila.

Penegasan tersebut disampaikan Gunawan, saat menggelar Wawasan kebangsaan (Wasbang), di Desa Gedangan, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, Minggu (30/10/2022). Tepatnya di gedung KPN Kecamatan Gedangan.

Seperti biasanya, hadir sebagai narasumber, Khoirul Basar dan Mu'tasim Billa. Juga hadir Ketua PAC PDI Perjuangan, Kecamatan Gedangan, Darmaji.

Peserta Wasbang

Peserta Wasbang kali ini, seluruh pengurus/anggota PAC dan anak ranting PDI Perjuangan, Kecamatan Gedangan.

Gunawan menjelaskan, secara makna gotong royong adalah kegiatan yang dilaksanakan secara bersama-sama dan memiliki sifat sukarela.

Gotong royong juga merupakan salah satu pilar dalam Pancasila yang menjadi karakteristik orang Indonesia. Hal ini sebagaimana sila ketiga dalam Pancasila, yaitu persatuan Indonesia.

Kata Gunawan, perilaku gotong royong atau saling membantu sudah ada sejak zaman dahulu. Oleh karenanya, gotong royong adalah suatu kepribadian bangsa Indonesia karena sudah menjadi budaya, serta sudah melekat dan berakar dalam kehidupan masyarakat.

"Saya sangat yakin, dengan semangat gotong royong, apa yang kita inginkan pasti terwujud. Jadi tolong menolong dan hidup bergotong royong perlu terus dijaga", tandas Politisi PDI Perjuangan itu.

Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Gedangan

Senada, Ketua PAC PDI Perjuangan, Kecamatan Gedangan, berpesan, "jangan sampai nilai-nilai gotong royong dirusak dengan konsep khilafah. Sebab, konsep khilafah bertentangan dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)".

"Bahkan, konsep tersebut akan menimbulkan benturan antar kelompok di Indonesia dan mengancam kelangsungan NKRI sebagai hasil konsensus nasional para pendiri bangsa Indonesia, terlebih PDI Perjuangan, anti konsep khilafah", tandas Darmaji mengakhiri.

(Pewarta : Asral)

Berita Terkait