Tas Misterius Meledak Lukai Seorang Warga, Polda Bengkulu : Berisi Bom Rakitan dan Bukan Ulah Teroris

Minggu, 12/01/2020 - 07:41
Tas misterius usai meledak
Tas misterius usai meledak

Klikwarta.com, Bengkulu - Insiden ledakan dari sebuah tas misterius dan melukai seorang warga di Seluma, Sabtu (11/1/2020) pagi kemarin, langsung ditindaklanjuti Polda Bengkulu. Di dalam tas misterius tersebut dikonfirmasikan berisi bom rakitan.

Kabid Humas Polda Bengkulu Kompes Pol Sudarno mengkonfirmasikan bahwa ledakan bom rakitan yang terjadi di depan rumah Kepala Desa Padang Serunaian, Kecamatan Sumidang Alas Maras, Kabupaten Seluma tersebut bukanlah ulah jaringan teroris. Diduga merupakan konflik individu.

"Ledakan ini bukan ulah dan jaringan teroris ya, kalau ulah teroris tidak begitu, ini lebih pada persoalan individu," kata Kombes Pol Sudarno dilansir Bengkulutoday.com, Minggu (12/01/2020).

Seperti diketahui, pasca kejadian ledakan, tim Gegana Brimob Polda Bengkulu bersama Polres Seluma mendatangi TKP. Begitupun Kapolda Bengkulu Irjen Pol Supratman juga mendatangi lokasi guna memastikan keamanan.

ss
Kapolda Bengkulu saat mendatangi lokasi kejadian

Diterangkan Kapolda Bengkulu di lokasi, bahwa bom rakitan itu memiliki daya ledak yang rendah atau Low Explosive. "Kalau saya lihat di TKP ini memang ada ledakan, ledakan low explosive. Mengapa saya sebut begitu? pertama dari korban, korban memang satu orang, dari segi fisik hanya kaki terkena serpihan, dan sudah kita bawa ke RS Bhayangkara," kata Kapolda Supratman.

Dijelaskannya lagi, bom berdaya ledak rendah juga terlihat dari barang-barang disekitar bom diletakkan yang tidak rusak meski telah terjadi ledakan.

"Tidak ada barang barang yang rusak, dari barang barang sekitar seperti pot bunga tidak rusak. Sekarang tim labfor sedang melakukan pemeriksaan TKP,"jelasnya.

sw
Olah TKP pasca kejadian

Mantan Kades Diperiksa Polisi

Sehubungan dengan ledakan itu, mantan Kades Padang Serunaian, Ismail Fahmi diperiksa Polisi. Pemeriksaan dilakukan di Polsek Semidang Alas.

Ismail Fahmi diketahui merupakan calon kades pada pilkades 2019 lalu di desa tersebut. Kemudian, pada pilkades 2019 lalu, dia mencalon dan kalah oleh Satria Utama.

Sebelum kejadian bom meledak pada pagi harinya, salah seorang warga bernama Erlin yang merupakan tetangga korban, mengaku mendengar suara anjing menggonggong pada pukul 00.30 WIB. Selanjutnya, Erlin keluar rumah untuk melihat situasinya, namun tidak mendapati ada orang disekitar.

Nah kemudian, pada pagi harinya Sabtu (11/1/2020) pagi sekira pukul 06.40 WIB, korban Halidin membuka pintu rumah anaknya Satria Utama dan menemukan ada tas di depan pintu. Begitu tas dibuka, meledaklah bom yang melukai kedua kaki Halidin. Halidin kemudian dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara di Kota Bengkulu. (Red/BT)

Baca Juga : Tas Misterius Meledak saat Dibuka, Warga Padang Serunaian Terluka

peristiwa

tmmd

Related News