Wakil Bupati Karanganyar, Adhe Eliana, menyampaikan pidato sa.butan dalam acara Launching Bulan Dana PMI 2026, di Ruang Anthurium Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Selasa (4/8/2026).
Klikwarta com, Karanganyar — Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Karanganyar resmi mematok target pengumpulan Bulan Dana PMI Tahun 2026 sebesar Rp 1,927 miliar. Penetapan target ini menjadi momentum evaluasi besar-besaran, menyusul realisasi periode 2025 yang mandek di angka 92 persen akibat minimnya kontribusi dari sektor swasta, BUMD, hingga industri pariwisata.
Pesan tegas tersebut mencuat dalam agenda Penyerahan Laporan dan Launching Bulan Dana PMI 2026 di Ruang Anthurium Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Selasa (4/8/2026).
Ketua PMI Kabupaten Karanganyar, Dwi Cahyono, membeberkan bahwa perolehan Bulan Dana PMI 2025 lalu gagal menyentuh target Rp 1,925 miliar dan hanya mampu mengumpulkan Rp 1,766 miliar.
"Ada beberapa catatan kritis dari capaian tahun lalu. Empat kecamatan tercatat gagal memenuhi target. Selain itu, partisipasi dari sektor swasta—khususnya perusahaan, kontraktor, hingga pelanggan BUMD dan BUMN seperti PLN dan PUDAM—masih jauh dari maksimal," tegas Dwi.
Tidak berhenti di situ, sektor ekonomi kreatif dan jasa seperti perhotelan, restoran, hingga tempat rekreasi juga disorot lantaran absen memberikan kontribusi donasi pada periode sebelumnya.
Meski demikian, apresiasi tetap diberikan kepada jajaran wilayah yang bergerak lincah. PMI Kecamatan Tasikmadu menyabet predikat tercepat untuk kategori target Rp 51 juta–Rp 85 juta, sementara PMI Kecamatan Kerjo memimpin percepatan di kategori target Rp 31 juta–Rp 50 juta.
Hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Karanganyar, Adhe Eliana, memberikan apresiasi atas solidaritas masyarakat, ASN, dan BUMD yang selama ini menopang kerja kemanusiaan. Menurutnya, tiap rupiah yang dihimpun memiliki dampak langsung bagi keselamatan warga.
"Dukungan ini wujudnya sangat nyata. Ada relawan, unit ambulans, dan operasional lapangan. Punya ambulans kalau tidak ada bensinnya tentu tidak bisa jalan. Iuran warga dan donatur inilah yang menyalakan mesin operasional tersebut," ujar Adhe.
Ia optimistis budaya gotong royong masyarakat Karanganyar yang gemar berbagi mampu membawa target 2026 terlampaui. Kendati demikian, Adhe menekankan agar proses pengumpulan dana di lapangan tetap akuntabel, transparan, dan terbebas dari unsur pemaksaan.
"Masyarakat kita pada dasarnya senang membantu. Namun, pelaksanaan di lapangan harus tetap berhati-hati, transparan, dan mengedepankan edukasi," tambahnya.
Sementara itu, sisanya dialokasikan untuk belanja operasional rutin sebesar 38,5 persen (Rp 965 juta) dan pos kebutuhan tak terduga/lain-lain sebesar 6,1 persen (Rp 153,5 juta).
Pada tahun anggaran 2026, Palang Merah Indonesia (PMI) Karanganyar telah merancang Rencana Penggunaan Anggaran (RPA) senilai Rp 2,5 miliar. Porsi terbesar dari anggaran tersebut, yakni 55,4 persen atau setara Rp 1,384 miliar, difokuskan untuk program pelayanan masyarakat dan kebencanaan.
Dana ini dialokasikan secara mendetail untuk pengembangan kapasitas sebesar Rp 670,5 juta, penanggulangan bencana sebesar Rp 444 juta, serta Pelayanan Kesehatan (Yankes) sebesar Rp 270 juta.
Pewarta : Kacuk Legowo








