Di Sela Paripurna Hari Jadi ke-81 Jatim, Ning Lia Sapa Seniman: Karya Seni Cermin Identitas Jawa Timur

Selasa, 13/10/2026 - 15:27
Senator RI Lia Istifhama bersama seniman

Senator RI Lia Istifhama bersama seniman

klikwarta.com, Jatim - Di tengah suasana khidmat Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur, Anggota DPD RI Lia Istifhama menyempatkan diri menyapa para seniman dan menikmati pameran karya seni di Gedung DPRD Jatim, Jalan Indrapura, Surabaya, Senin (12/10/2026).

Kehadiran Ning Lia, sapaan akrabnya, menjadi bentuk apresiasi terhadap kreativitas seniman lokal yang turut menyemarakkan hari jadi provinsi.

Baginya, karya seni bukan sekadar ekspresi kreativitas, melainkan cerminan identitas, kekayaan budaya, dan potensi masyarakat Jawa Timur yang harus terus diberi ruang untuk berkembang.

"Keren banget, terus berkarya ya," sapa Ning Lia kepada salah seorang seniman bernama Lely, sembari menikmati lukisan budaya yang dipamerkan.

Tak hanya lukisan bertema budaya, perhatian Ning Lia juga tertuju pada lukisan Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan pendiri Nahdlatul Ulama, KH Hasyim Asy'ari.

Kedua tokoh tersebut, menurutnya, memiliki jejak penting dalam perjalanan bangsa, khususnya dalam memperjuangkan nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan. Sosok Gus Dur lekat dengan gagasan toleransi, penghormatan terhadap perbedaan, serta keberpihakan pada kelompok yang kerap terpinggirkan.

Nilai-nilai itu, kata Ning Lia, sejalan dengan semangat pembangunan humanis yang ia suarakan. Kemajuan daerah tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi dan fisik, tetapi juga dari kemampuan masyarakat untuk saling menghargai, merawat kebudayaan, dan memberi ruang berkarya.

Menurutnya, pemikiran Gus Dur yang menempatkan kemanusiaan sebagai nilai penting dalam kehidupan berbangsa juga relevan dengan upaya membangun Jawa Timur yang inklusif. Sebab, pembangunan yang berkelanjutan membutuhkan lebih dari sekadar kebijakan dan infrastruktur, yakni kepedulian terhadap manusia, penghormatan terhadap keberagaman, serta kesempatan yang setara bagi masyarakat untuk mengembangkan potensinya.

Dukungan terhadap seniman, lanjutnya, adalah bagian dari merawat identitas budaya sekaligus mendorong kreativitas generasi muda. Karya seni tidak hanya menghadirkan keindahan, tetapi juga menyimpan pesan, ingatan kolektif, dan nilai-nilai yang dapat diwariskan.

"Jawa Timur memiliki banyak potensi, termasuk kreativitas para seniman. Karya-karya mereka perlu diapresiasi dan diberi ruang agar semakin berkembang serta dikenal masyarakat luas," katanya.

Momentum HUT ke-81, menurut Ning Lia, harus menjadi kesempatan memperkuat kolaborasi semua elemen, mulai seniman, pelaku budaya, generasi muda, akademisi, hingga komunitas masyarakat untuk membangun daerah sesuai bidang dan potensinya.

Ia menyebut Jawa Timur sebagai bangunan politik humanis yang harus terus diperkuat melalui kolaborasi kepemimpinan, keberlanjutan pembangunan, dan keberpihakan kepada masyarakat.

"Momentum Hari Jadi ke-81, Jawa Timur yang maju bukan hanya daerah dengan berbagai capaian pembangunan, melainkan juga ruang bersama yang menghargai kreativitas, keberagaman, dan martabat setiap warganya," ujarnya.

Ia menegaskan, pembangunan inklusif membutuhkan keterlibatan berbagai kelompok, tidak hanya sektor ekonomi perkotaan, sosial-keagamaan, pertanian, dan pemberdayaan desa, tetapi juga ekosistem seni dan budaya.

Dalam konteks itu, Ning Lia juga mengapresiasi kolaborasi kepemimpinan Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak yang dinilainya inklusif dan menyikapi persoalan masyarakat secara menyeluruh.

"Kita melihat bagaimana pasangan pemimpin di Jawa Timur bekerja secara kolaboratif, inklusif, dan benar-benar menyikapi berbagai persoalan masyarakat secara menyeluruh," pungkasnya.

Berita Terkait