Gubernur Ansar Tegaskan Komitmen Pertahankan Predikat Paripurna RSUD Raja Ahmad Tabib
Klikwarta.com, Kepri - Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kepri untuk terus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raja Ahmad Tabib (RAT). Komitmen tersebut disampaikan Gubernur usai mengikuti wawancara dalam rangka Survei Akreditasi Rumah Sakit oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) di Aula Lantai 4 RSUD RAT, Tanjungpinang, Selasa (8/9/2026).
Dalam survei tersebut, Gubernur Ansar menjadi salah satu pihak yang diwawancarai oleh tiga orang surveior akreditasi, yaitu Ketua Tim Survei Akreditasi KARS, Dr. dr. Tumpal Simatupang,Sp.OG(K), MH, MARS, PhD, FISQua, Anggota dr. Imelda Wijaya, MARS, FISQua, QRMP, CHMEE, CHCEE, dan Ns. Eka Roza Wijaya, S.Kep., M.Kep., FISQua., CPCCP
Wawancara kepala daerah merupakan bagian penting dalam proses penilaian untuk melihat sejauh mana komitmen pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan mutu pelayanan, keselamatan pasien, regulasi, pembiayaan, hingga pengembangan sumber daya manusia kesehatan di rumah sakit.
Gubernur Ansar mengatakan, RSUD RAT saat ini telah berstatus paripurna, sehingga pihaknya berupaya maksimal agar predikat tersebut dapat dipertahankan.
"Hari ini kita kedatangan tim surveyor akreditasi rumah sakit, tiga orang, untuk menilai rumah sakit ini. Rumah sakit ini saat berstatus paripurna. Kami lihat apakah paripurnanya masih bisa dipertahankan atau tidak," ujar Gubernur Ansar.
Menurutnya, sistem penilaian akreditasi rumah sakit saat ini semakin ketat. Karena itu, Pemerintah Provinsi Kepri bersama jajaran RSUD RAT berupaya memberikan penjelasan secara terbuka mengenai berbagai langkah dan kebijakan yang telah dilakukan dalam meningkatkan kualitas pelayanan.
"Sistem penilaiannya sekarang jauh lebih berat. Kemungkinan akan tereduksi banyak sekali rumah sakit dari status-status saat ini. Kita berusaha semaksimal mungkin memberikan penjelasan terhadap apa-apa yang kita lakukan secara realita, yang mudah-mudahan kita tetap paripurna," katanya.
Gubernur Ansar menegaskan bahwa peningkatan kualitas RSUD RAT tidak hanya dilakukan melalui aspek pelayanan, tetapi juga melalui pembenahan infrastruktur. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur turut meninjau progres awal pembangunan revitalisasi rumah sakit serta rencana pembangunan gedung poliklinik baru.
Ia menilai revitalisasi menjadi kebutuhan penting mengingat semakin berkembangnya kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.
"Kita memang tidak bisa mempertahankan rumah sakit kita dengan kondisi seperti ini," tegasnya.
Gubernur juga meminta manajemen RSUD RAT melakukan pengawasan secara ketat terhadap pekerjaan pembangunan yang sedang berlangsung. Menurutnya, investasi pemerintah yang besar harus memberikan hasil yang maksimal dan benar-benar berdampak terhadap peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.
"Saya tadi minta supaya pihak rumah sakit betul-betul mengawasi kontraktor yang bekerja di sini dan laporkan apa-apa supaya mereka bekerja maksimal. Uangnya tidak kecil, tidak sedikit, hasilnya mesti maksimal," ujarnya.
Selain revitalisasi gedung, Pemerintah Provinsi Kepri juga tengah mempersiapkan penambahan lahan parkir di bagian belakang rumah sakit. Gubernur menyebutkan, lahan seluas sekitar satu hektare tersebut akan segera diproses untuk pengadaan atau pembebasannya.
"Tambahan lahan parkir di belakang, hanya satu hektare, akan segera kita ganti rugi nanti. Nilainya nanti kita tunggu," katanya.
Gubernur Ansar berharap berbagai pembangunan dan pembenahan yang dilakukan dapat mengubah wajah serta kualitas pelayanan rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Kepri tersebut secara signifikan.
"Mudah-mudahan di akhir tahun depan, semua rumah sakit kita sudah berubah," harapnya.
Dalam kesempatan itu, Gubernur juga menyoroti meningkatnya jumlah pasien yang mendapatkan pelayanan di RSUD RAT. Menurutnya, peningkatan kunjungan pasien perlu dilihat dari dua perspektif, apakah menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit provinsi atau justru mencerminkan meningkatnya angka masyarakat yang sakit.
"Kalau pasien semakin banyak, apakah itu tanda-tanda kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit provinsi lebih baik, atau memang orang yang sakit lebih banyak sekarang. Dua itu treatment-nya mesti berbeda," jelasnya.
Jika peningkatan jumlah pasien disebabkan oleh semakin tingginya angka kesakitan masyarakat, lanjut Gubernur, maka pemerintah harus memperkuat program promotif dan preventif melalui promosi kesehatan.
"Kalau semakin banyak orang sakit, berarti program promosi kesehatan yang kita galakkan harus ditingkatkan lagi," tegasnya.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Kepri juga terus mempersiapkan kebutuhan tenaga kesehatan melalui program peningkatan kompetensi dan pendidikan dokter. Gubernur menyebutkan, para dokter yang saat ini sedang menempuh pendidikan diharapkan dapat kembali dan memperkuat kebutuhan tenaga medis di Kepri dalam beberapa tahun mendatang.
"Dokter-dokter yang kita sekolahkan nanti empat tahun lagi sudah kembali. Semua dokter yang kita butuhkan, baik spesialis maupun subspesialis, mudah-mudahan tersedia cukup nanti," ujarnya.
Survei akreditasi ini turut dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kepri Hj. Dewi Kumalasari Ansar, jajaran direksi RSUD RAT, Ketua Akreditasi RSUD RAT, Dewan Pengawas, serta Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri.
Melalui proses akreditasi tersebut, Pemerintah Provinsi Kepri berharap RSUD RAT tidak hanya mampu mempertahankan predikat paripurna, tetapi juga terus berbenah menjadi rumah sakit yang semakin modern, berkualitas, aman, dan mampu memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat Kepulauan Riau. (**)








