BNPB Gerakkan Bantuan Logistik untuk Mendukung Penanganan Korban Gempa di Maumere, Sikka

Minggu, 16/08/2026 - 23:43
Penyerahan simbolis bantuan logistik dari BNPB kepada Bupati Kabupaten Sikka di Kantor BPBD Kabupaten Sikka, NTT, Minggu (16/8).

Penyerahan simbolis bantuan logistik dari BNPB kepada Bupati Kabupaten Sikka di Kantor BPBD Kabupaten Sikka, NTT, Minggu (16/8).

Klikwarta.com, MAUMERE – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bergerak cepat mendukung penanganan darurat pascagempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan logistik dan peralatan penanganan darurat dimobilisasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak, termasuk di Kabupaten Sikka. Bantuan segera didistribusikan kepada warga terdampak dengan menggunakan moda transportasi darat, laut dan udara.

Bantuan tersebut menjadi bagian dari respons pemerintah pusat dalam mendukung pemerintah daerah menangani kebutuhan dasar masyarakat serta memperkuat pelayanan kepada warga terdampak bencana. BNPB telah menggerakkan bantuan darurat dari gudang logistik BNPB di Flores Timur untuk mendukung penanganan di wilayah terdampak.

Berdasarkan laporan per hari ini (16/8), bantuan yang diberikan BNPB dan telah diserahterimakan kepada Pemerintah Kabupaten Sikka meliputi 5 unit tenda pengungsi, 146 unit tenda keluarga ukuran 4 x 4 meter, 200 kasur lipat, 400 buah tikar, 100 selimut, 300 selimut, 300 paket sembako, 100 paket kids ware, 10 unit genset, 100 paket hygiene kit, 5 unit water tank, 3 unit baterai light tower, serta 2 unit charger light tower.

Seluruh bantuan tersebut tercatat bersumber dari BNPB dalam kondisi utuh, baik dan lengkap berdasarkan berita acara serah terima.

Pengiriman logistik dan peralatan tersebut diharapkan dapat mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya warga yang rumahnya mengalami kerusakan maupun masyarakat yang harus mengungsi akibat gempa.

BNPB

Distribusi Logistik ke Pulau Palue

Dukungan logistik tersebut selanjutnya didistribusikan secara bertahap ke wilayah-wilayah terdampak. Untuk menjangkau masyarakat terdampak di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, distribusi bantuan dilakukan melalui jalur laut dengan menggunakan kapal/perahu. Moda transportasi laut dipilih untuk menjangkau wilayah kepulauan yang memiliki keterbatasan akses transportasi darat.

Distribusi melalui jalur laut menjadi salah satu upaya percepatan agar bantuan dapat menjangkau masyarakat terdampak bencana. Kondisi geografis Pulau Palue serta gangguan akses pascagempa menjadi tantangan tersendiri dalam mobilisasi bantuan. Pemerintah terus mengupayakan berbagai moda transportasi, termasuk jalur laut dan udara, untuk menjangkau wilayah yang sulit diakses.

Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., menegaskan pentingnya percepatan penanganan melalui pengaktifan posko di daerah terdampak sehingga pendataan, pencarian dan pertolongan, serta penanganan pengungsi dapat dilakukan secara terkoordinasi, terpadu dan efektif.

Selain BNPB, sejumlah kementerian dan lembaga juga mengerahkan sumber daya untuk mendukung penanganan gempa. Pemerintah pusat terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota terdampak untuk memastikan bantuan disalurkan sesuai kebutuhan di lapangan.

BNPB bersama seluruh unsur penanganan bencana akan terus memantau perkembangan situasi dan kebutuhan masyarakat serta memastikan dukungan logistik dan peralatan dapat dimobilisasi secara cepat untuk mendukung proses tanggap darurat di wilayah terdampak. (*)

Berita Terkait