Hadiri Konferensi Pendidikan Indonesia 2026, Gus Fawait Dorong Transformasi Pendidikan untuk Pengentasan Kemiskinan

Senin, 06/07/2026 - 09:41
Bupati Jember, Dr. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc

Bupati Jember, Dr. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc

Klikwarta.com, Jember Kamis 2 Juli 2026Bupati Jember, Dr. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang menjadi kunci peningkatan kualitas sumber daya manusia sekaligus solusi berkelanjutan dalam mengurangi angka kemiskinan.

Komitmen tersebut disampaikan saat menghadiri Konferensi Pendidikan Indonesia 2026 di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Forum nasional itu mempertemukan kepala daerah, akademisi, praktisi pendidikan, serta pemangku kebijakan dari berbagai daerah untuk membahas arah pembangunan pendidikan Indonesia di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

Sejumlah pejabat pemerintah pusat turut hadir dalam konferensi tersebut, di antaranya Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Wakil Menteri Dalam Negeri.
Dalam kesempatan itu, Bupati yang akrab disapa Gus Fawait dipercaya menjadi narasumber pada dialog bertema "Berpihak kepada Anak". 

Ia membawakan materi bertajuk "Pendidikan di Era Disrupsi Digital: Transformasi Pembelajaran, Teknologi, dan Ekonomi Kreatif Masa Depan."
Menurut Gus Fawait, tantangan pendidikan saat ini tidak lagi sebatas mencetak lulusan yang siap memasuki dunia kerja. Sistem pendidikan, kata dia, harus mampu melahirkan generasi yang kreatif, inovatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta memiliki kemampuan menciptakan peluang ekonomi baru.

"Pendidikan harus mampu membangun manusia yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja, berinovasi, dan memberikan nilai tambah bagi daerahnya," ujarnya.
Ia menilai kualitas sumber daya manusia merupakan fondasi utama pembangunan daerah. Karena itu, investasi di sektor pendidikan harus menjadi prioritas pemerintah meski hasilnya baru dapat dirasakan dalam jangka panjang.

"Kami akan terus melakukan terobosan-terobosan di sektor pendidikan karena kami yakin bahwa pendidikan ini menjadi solusi jangka panjang untuk pengentasan kemiskinan. Mungkin jangka pendek tidak begitu signifikan, tetapi jangka panjang pendidikan adalah sebuah langkah yang harus kita ambil karena secara teori, pendidikan adalah sebuah instrumen untuk mengangkat derajat hidup masyarakat, termasuk terkait masalah ekonomi, khususnya pengentasan kemiskinan," kata Gus Fawait.

Ia juga menyampaikan bahwa berbagai gagasan, inovasi, dan praktik baik yang diperoleh selama mengikuti Konferensi Pendidikan Indonesia 2026 akan menjadi referensi bagi Pemerintah Kabupaten Jember dalam menyusun kebijakan pendidikan yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.
Menurutnya, transformasi pendidikan harus berjalan seiring dengan pemanfaatan teknologi digital, penguatan karakter, serta pengembangan ekonomi kreatif agar generasi muda mampu menghadapi tantangan masa depan.

Sebagai bentuk apresiasi atas komitmennya dalam mendukung kemajuan pendidikan, Gus Fawait menerima sertifikat penghargaan dari Lingkar Daerah Belajar.
Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas kontribusinya dalam mendorong lahirnya kebijakan pendidikan yang inovatif, inklusif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Jember.
Maria

Berita Terkait