Indonesia–India Creative Tech Corridor Diluncurkan, Perkuat Kolaborasi AI dan Ekonomi Kreatif

Minggu, 25/10/2026 - 17:15
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya hadir dalam peluncuran _Indonesia–India Creative Tech Corridor_ di Cinepolis Lippo Mall Nusantara. Jakarta, Sabtu (24/10/2026)

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya hadir dalam peluncuran _Indonesia–India Creative Tech Corridor_ di Cinepolis Lippo Mall Nusantara. Jakarta, Sabtu (24/10/2026)

Klikwarta.com, Jakarta - Pemerintah Indonesia resmi memperkuat posisi dalam peta ekonomi kreatif global melalui peluncuran _Indonesia–India Creative Tech Corridor_ di Cinepolis Lippo Mall Nusantara, Sabtu (24/10). Inisiatif strategis yang lahir dari rangkaian _World Conference on Creative Economy_ (WCCE) 2026 ini bertujuan mengintegrasikan kekayaan kekayaan intelektual (_intellectual property_/IP) serta talenta kreatif nasional dengan keunggulan teknologi dan kapabilitas produksi audiovisual India.

Peluncuran ini dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, serta Deputy Chief of Mission Kedutaan Besar India di Jakarta Bijay Selvaraj. Momen penting ini juga ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Lokanima di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari bersama mitra industri strategis Indonesia dan India. Kerja sama ini mencakup pengembangan teknologi kreatif, kecerdasan artifisial (_artificial intelligence_/AI), penciptaan IP, hingga distribusi konten audiovisual ke pasar internasional.

Menko Airlangga menegaskan bahwa lompatan teknologi digital dan AI merupakan momentum bagi Indonesia untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi berbasis pengetahuan. Ia menekankan bahwa penerapan AI di sektor kreatif diproyeksikan membuka lapangan kerja baru bernilai tinggi, bukan menggantikan peran manusia.

“AI bukan hanya substitusi pekerjaan, tetapi juga penciptaan pekerjaan dan keterampilan. Ekonomi kreatif merupakan industri berbasis pengetahuan yang saat ini semakin terfasilitasi perkembangan _artificial intelligence_, _Internet of Things_, _digital twin_, dan _quantum computing_. Salah satu sektor yang akan tumbuh sangat cepat di seluruh dunia adalah pusat data dan semikonduktor yang menguatkan kapasitas komputasi nasional seperti apa yang telah dilakukan melalui KEK Singhasari,” ujar Menko Airlangga.

Keterlibatan aktif Indonesia dalam membentuk lanskap AI global juga dibuktikan lewat peran sebagai anggota pendiri _World Artificial Intelligence Cooperation Organization_ (WAICO) di Shanghai pada Juli 2026. Menteri Ekraf Teuku Riefky menyampaikan bahwa pembentukan koridor ini merupakan bentuk implementasi konkret dari komitmen WCCE 2026 yang dihadiri delegasi lebih dari 80 negara.

“Kami ingin komitmen yang telah dibangun dalam WCCE dapat diterjemahkan menjadi kemitraan konkret yang menciptakan peluang ekonomi yang bermakna. Tentu Kementerian Ekraf sangat mengapresiasi inisiatif dari Special Economic Zone (SEZ) KEK Singhasari yang menginisiasi kerja sama dengan pihak India untuk pengembangan AI, tetapi terus melibatkan talenta dan IP lokal. Apalagi banyak IP karakter yang bisa dieksplor untuk lebih berkembang tidak hanya di pasar nasional, tapi masuk ke pasar global,” ujar Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya.

Sektor ekonomi digital Indonesia diproyeksikan mencapai nilai 135 miliar USD pada 2026 dan melonjak hingga 366 miliar USD pada 2030, didukung oleh lebih dari 235 juta pengguna internet. Untuk mengawal potensi besar tersebut, pemerintah menyusun Peta Jalan Kecerdasan Artifisial Nasional yang berfokus pada empat pilar: infrastruktur digital, riset dan inovasi, pengembangan SDM, serta tata kelola AI yang bertanggung jawab.

“Melalui kolaborasi ini, kita ingin menghubungkan kekayaan cerita dan talenta kreatif Indonesia dengan kemampuan teknologi serta produksi audiovisual India. Kementerian Ekraf siap mendukung pengembangan talenta, kemitraan industri, perlindungan kekayaan intelektual, dan perluasan akses pasar sehingga karya kreatif Indonesia mampu menjangkau audiens internasional,” imbuh Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya.

Sementara itu, Deputy Chief of Mission Kedutaan Besar India untuk Indonesia, Bijay Selvaraj, menyambut hangat sinergi ini. Menurutnya, kekuatan narasi budaya Indonesia dan ekosistem audiovisual serta teknologi India merupakan kombinasi yang saling melengkapi.

“Saya pikir kita berada pada pijakan yang setara. Ada banyak hal yang dapat dipelajari melalui kolaborasi, dan ada banyak nilai ekonomi yang dapat diciptakan,” ucap Bijay Selvaraj.

Sebagai bagian dari inisiatif ini, dibentuk pula _Creative Tech Sandbox_ di KEK Singhasari sebagai sebuah ruang uji coba bagi para kreator dan pelaku industri untuk mengeksplorasi pemanfaatan AI dan teknologi anyar. Selain meningkatkan efisiensi produksi dan melindungi hak cipta, kerja sama ini juga menargetkan penampilan perdana hasil kolaborasi karya kedua negara pada ajang World Audio Visual and Entertainment Summit (WAVES) 2027 di Mumbai, India.

Penandatanganan MoU menggaet sejumlah mitra lintas sektor, antara lain kreator IP Fun Cican (Wahyu Aditya), Prodigi AI, LPP TVRI, Cinepolis, Xelta (MatchBest Group), serta Galleri5 India dan Collective Studios (Collective Artists Network).

Jajaran pejabat Kementerian Ekraf yang turut mendampingi Menteri Ekraf dalam acara tersebut meliputi Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif Mohammed Ali Berawi; Deputi Bidang Kreativitas Media Cecep Rukendi; Direktur Pengembangan Akses Pendanaan, Pembiayaan, dan Investasi Anggara Hayun Anujuprana; Direktur Kreativitas Teknologi Dandhy Yudha Feryawan; serta Direktur Utama KEK Singhasari David Santoso. (**) 

Berita Terkait