Komunitas Agama Dukung Langkah Kemendikdasmen Wujudkan Pendidikan Inklusif

Sabtu, 04/07/2026 - 19:02
 kepentingan untuk memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional," tutur Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq, dalam diskusi pendidikan pada rangkaian Hari Doa Nasional 2026 yang diselenggarakan Forum Masyarakat Kristen Indonesia (FMKI), di Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (3/7)

kepentingan untuk memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional," tutur Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq, dalam diskusi pendidikan pada rangkaian Hari Doa Nasional 2026 yang diselenggarakan Forum Masyarakat Kristen Indonesia (FMKI), di Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (3/7)

Klikwarta.com, Balikpapan - Komitmen Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menghadirkan pendidikan bermutu yang inklusif bagi seluruh anak Indonesia mendapat apresiasi dari para pemimpin organisasi keagamaan. Mereka menilai langkah pemerintah yang memberi perhatian setara kepada sekolah negeri dan swasta menjadi fondasi penting dalam membangun pendidikan yang berkeadilan sekaligus memperkuat karakter peserta didik.

“Kami ucapkan terima kasih atas apresiasi yang diberikan, dan mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional," tutur Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq, dalam diskusi pendidikan pada rangkaian Hari Doa Nasional 2026 yang diselenggarakan Forum Masyarakat Kristen Indonesia (FMKI), di Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (3/7).

Ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Konferensi Waligereja Indonesia, Romo Aloysius Budi, menilai transformasi pendidikan harus tetap menempatkan peserta didik sebagai subjek utama dalam setiap kebijakan.

"Pendidikan dasar adalah bagaimana mengangkat martabat manusia setinggi-tingginya karena seluruh proses pendidikan mau tidak mau adalah bersubjek pada manusia. Di samping membangun kualitas guru dan sarana prasarana, kita perlu membangun kurikulum yang menanamkan karakter mengasihi dalam diri anak sehingga tidak ada rasa benci kepada yang berbeda dengan dirinya," ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua Umum Persekutuan Baptis Indonesia, Pdt. Rendy Chuang, mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap sekolah swasta yang selama ini menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan pendidikan nasional.

"Pendidikan bermutu tentu mulai dari gurunya. Guru tidak hanya kualitas dalam arti knowledge tetapi karakter dan moral yang baik, mereka menjadi teladan Tut Wuri Handayani," ungkapnya.

Menanggapi dukungan tersebut, Wamen Fajar, menegaskan bahwa seluruh kebijakan Kemendikdasmen berangkat dari komitmen untuk memastikan setiap anak Indonesia memperoleh layanan pendidikan bermutu tanpa membedakan agama, suku, latar belakang, maupun status satuan pendidikan.
                                                                                                                                                                                                               "Komitmen kami di Kemendikdasmen adalah menghadirkan pendidikan bermutu untuk semua. Tidak boleh ada kelompok atau golongan apa pun yang ditinggalkan. Semua harus menjadi bagian dari aktor dalam proses mencerdaskan kehidupan anak bangsa," tegas Fajar.

Komitmen itu diwujudkan melalui berbagai kebijakan strategis, mulai dari Revitalisasi Satuan Pendidikan, penguatan sekolah swasta, penataan distribusi guru, hingga penyempurnaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Menurut Fajar, pemerintah kini menggeser paradigma pembangunan pendidikan agar sekolah negeri maupun swasta memperoleh perhatian yang setara.

"Kami menggeser paradigma. Kami hadir untuk mengurus negeri dan swasta. Maka sekolah yang kami perbaiki bukan hanya sekolah negeri semata, tapi juga sekolah swasta," ujarnya.

Pada 2025, lebih dari 16 ribu satuan pendidikan memperoleh program revitalisasi dan sekitar 23 persen di antaranya merupakan sekolah swasta. Hingga 2026, sekitar 540 sekolah Kristiani dari jenjang PAUD hingga SMK juga menerima bantuan revitalisasi sebagai bagian dari komitmen pemerintah menghadirkan layanan pendidikan yang adil dan inklusif.

Melalui dialog bersama para pemimpin organisasi keagamaan tersebut, Kemendikdasmen menegaskan bahwa kolaborasi lintas agama dan lintas pemangku kepentingan menjadi modal penting untuk memperkuat pemerataan mutu pendidikan, sehingga setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, bertumbuh, dan meraih masa depan yang lebih baik. (**)

Berita Terkait