Menekraf: Weaving Archipelago Dekatkan Tenun kepada Gen Z

Kamis, 13/08/2026 - 14:44
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya meninjau koleksi kain tenun seusai membuka Glory Indonesia 2026 : Weaving Archipelago di Senayan City, Jakarta, Rabu (12/08/2026)

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya meninjau koleksi kain tenun seusai membuka Glory Indonesia 2026 : Weaving Archipelago di Senayan City, Jakarta, Rabu (12/08/2026)

Klikwarta.com, Jakarta - Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, membuka Weaving Archipelago, bagian dari rangkaian Glorify Indonesia 2026, di Senayan City, Jakarta, Rabu (12/8). Kegiatan ini menghadirkan kekayaan tenun Nusantara melalui pendekatan fesyen, desain, dan gaya hidup kontemporer.

Weaving Archipelago merupakan kolaborasi Senayan City dan Cita Tenun Indonesia (CTI) yang berlangsung pada 12–29 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian perayaan 20 tahun Senayan City sekaligus menghadirkan tenun Nusantara di ruang publik melalui Tenun Display, CTI Journey, instalasi alat tenun tradisional, _live weaving demonstration_, pertunjukan budaya, _talkshow_, _workshop_, dan _styling session_.

“Pertama tentu kami mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Senayan City bekerja sama dengan CTI ini luar biasa. Tenun itu sebetulnya sudah lama, kemudian para desainer juga mendesainnya dengan segala kreativitas. Tetapi harus kita dukung, harus kita tampilkan terus agar nilai ekonominya terus berkembang. Ketika nilai ekonominya berkembang, tentu harapan kita semua termasuk para perajinnya juga semakin sejahtera,” kata Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Ekraf meninjau sejumlah instalasi yang menjadi bagian dari Weaving Archipelago. Beragam instalasi tersebut menampilkan proses dan kekayaan tenun Nusantara sekaligus mendekatkan karya para perajin kepada masyarakat di ruang publik. Rangkaian kegiatan juga diisi dengan pengumuman Senayan City Infinite Merit Award bagi CTI yang disampaikan melalui video.

Menteri Ekraf menilai, kehadiran tenun di ruang seperti Senayan City dapat memperluas jangkauan pengenalan karya kepada masyarakat, terutama generasi muda. Kementerian Ekraf juga melihat kolaborasi ini bagian dari upaya membawa karya berbasis budaya ke dalam ekosistem ekonomi kreatif melalui penguatan talenta, pengembangan desain, perlindungan kekayaan intelektual, dan perluasan akses pasar.

“Yang kita lakukan di sini tentu kita semua tidak hanya menjaga budaya, tetapi bagaimana memberikan nilai ekonomi. IP-nya, desainnya juga harus segera kita sertifikasi ke Kementerian Hukum sehingga tidak dibajak, sehingga originalitasnya, nilai keekonomiannya, pelindungannya itu tetap kita lakukan bersama-sama,” ujar Teuku Riefky.

Sekretaris Jenderal Cita Tenun Indonesia, Intan Fauzi, mengatakan penyelenggaraan Weaving Archipelago bagian dari perjalanan panjang CTI dalam memperkenalkan tenun Indonesia melalui ruang kolaborasi dan pemasaran. 

“Di tengah gempuran brand-brand internasional, alhamdulillah kebanggaan Indonesia salah satunya tenun ditempatkan di lantai dasar ini. Ini menjadi satu kebanggaan buat kami,” ujar Intan Fauzi.

Berdiri sejak 28 Agustus 2008, CTI berfokus pada pelestarian, pelatihan dan pengembangan perajin, serta pemasaran tenun Indonesia. Hingga kini, CTI telah membina perajin di 28 kabupaten/kota pada 14 provinsi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk meningkatkan kualitas perajin serta memperluas pasar tenun Indonesia, termasuk melalui partisipasi dalam pameran di Singapura.

Menteri Ekraf berharap Weaving Archipelago dapat berkembang melampaui fungsi pameran dengan membuka ruang pertemuan antara perajin, desainer, pelaku usaha, masyarakat, dan berbagai mitra. 

“Saya berharap Weaving Archipelago tidak hanya menjadi sebuah pameran, tetapi juga menjadi ruang lahir kolaborasi baru, membuka peluang usaha, memperkuat jenama lokal, dan membawa tenun Indonesia semakin mendunia,” tutur Teuku Riefky. (**) 

Berita Terkait