Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara
Klikwarta.com, Bandung - Selama puluhan tahun, sebagian besar penduduk, industri, infrastruktur, perguruan tinggi unggulan, hingga talenta terbaik Indonesia terkonsentrasi di Pulau Jawa. Menurut Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, kondisi tersebut tidak bisa terus berlangsung jika Indonesia ingin menjadi negara maju.
Berbicara di hadapan Majelis Dewan Guru Besar Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) di Kampus Universitas Padjadjaran, Bandung, Jumat (19/6), Iftitah menegaskan masa depan Indonesia tidak ditentukan seberapa maju Pulau Jawa, melainkan oleh kemampuan bangsa membangun pusat-pusat pertumbuhan baru di luar Jawa.
“Hari ini kita menghadapi kenyataan bahwa penduduk terkonsentrasi di Jawa, industri terkonsentrasi di Jawa, infrastruktur terbaik terkonsentrasi di Jawa, perguruan tinggi terbaik terkonsentrasi di Jawa, dan talenta terbaik juga banyak terkonsentrasi di Jawa,” ujarnya.
Akibatnya, sebagian wilayah Indonesia masih berperan sebagai pemasok bahan mentah, sementara proses pengolahan, inovasi, dan penciptaan nilai tambah lebih banyak terjadi di wilayah lain.
Menurut Iftitah, sejarah dunia menunjukkan tidak ada negara maju yang hanya bertumpu pada satu pusat pertumbuhan. Amerika Serikat, Tiongkok, maupun Korea Selatan membangun banyak pusat ekonomi baru di luar wilayah yang lebih dulu berkembang.
“Masa depan Indonesia tidak ditentukan oleh seberapa maju Pulau Jawa. Masa depan Indonesia ditentukan oleh seberapa cepat kita mampu membangun pusat-pusat pertumbuhan baru di luar Pulau Jawa,” tegasnya.
Karena itu, ia menilai transmigrasi harus kembali diposisikan sebagai instrumen pembangunan ekonomi nasional, bukan sekadar program perpindahan penduduk. Kawasan transmigrasi harus menjadi motor lahirnya pusat-pusat produksi, industrialisasi, dan pertumbuhan ekonomi baru yang tersebar di seluruh Nusantara.
“Pertanyaannya bukan lagi berapa orang yang berhasil dipindahkan. Pertanyaannya adalah berapa pusat pertumbuhan baru yang berhasil kita bangun,” pungkasnya. (**)








