Sampah sayur dan buah mengotori Pasar Kramat Jati. (Foto: Dok. Dinas Lingkungan Hidup Pemprov DKI Jakarta)
Oleh: Melati Gita Permatasari
Pasar Induk Kramat Jati merupakan satu-satunya pasar khusus sayuran dan buah-buahan yang terdapat di DKI Jakarta dengan skala pelayanan regional. Dan juga menjadi jantung dari pasar-pasar lainnya di seluruh wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Pasar ini terletak di Jl. Raya Bogor KM.20, Kel. Kramat Jati, Kec.Kramat Jati, RT.3/RW.7, Kp. Tengah, Kota Jakarta Selatan, DKI Jakarta. Apakah pasar ini strategis wilayahnya dengan keberadaan anda?
Anda wajib mengetahui terkait pasar ini sesuai dengan perannya, Pasar Induk Kramat Jati dijadikan sebuah standar harga berbagai komoditas sayuran dan buah buahan hampir di seluruh tanah air. Dengan adanya turun-naiknya harga disini mempunyai pengaruh besar terhadap harga-harga hampir seluruh pasar yang ada. Serta memiliki peran yang sangat penting bagi daerah ibu kota sehingga banyak pedagang pasar induk yang berasal dari berbagai wilayah pelosok Indonesia. Kemudian seiring dengan banyak aspek maupun kegiatan yang terkait didalam Pasar Induk Kramat Jati, maka permasalahan yang timbul pun akan semakin besar.
Salah satu permasalahan yang timbul tersebut adalah karena sebagai pasar terbesar di Indonesia, Pasar Induk Kramat Jati menghasilkan tumpukan sampah yang tak kalah besarnya serta mendominasi sampah basah dengan adanya buah-buahan, sayur-sayuran, kacang-kacangan dan masih banyak lagi. Menurut Asisten Manager Usaha Perumda Pasar Jaya, Harnoto, total per harinya, sampah basah dan kering yang dihasilkan bisa mencapai 20 ton. Berikut beberapa fakta pengelolaan sampah di Pasar Induk Kramat Jati :
- Pasar Induk Kramat Jati menghasilkan 20 ton sampah per hari. Sampah yang mendominasi yakni sampah basah, dari limbah sayur-sayuran dan buah-buahan.
- Setiap harinya disediakan dua truk pengakut sampah oleh pengelola dan truknya lebih besar dibandingkan truk sampah yang digunakan di perumahan, dengan kapasitas mencapai 9 ton.
- Selain dua truk tersebut, Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Timur juga menyediakan 18 truk, ditambah dua beko untuk pengangkutan sampah.
- Penimbunan sampah di Pasar Induk Kramat Jati terletak di bagian belakang pasar, luasnya mencapai 200 meter kubik.
- Ada 106 petugas yang bertugas membersihkan sampah di area Pasar Induk Kramat Jati. (JS)
Dengan adanya permasalahan yang muncul tersebut Begitu juga dengan Pasar Induk Kramat Jati menimbulkan dampak akibat persoalan sampah bagi kesehatan dan kemacetan lalu lintas. Adanya tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati sehingga terlihat tidak bersih dan menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan. Akibatnya tidak hanya mencemari lingkungan tetapi juga menimbulkan jalan yang menjadi basah dan licin, bau yang busuk dan menyebabkan pengguna jalan tidak nyaman dan harus berhati-hati sehingga menimbulkan kemacetan lalu lintas.
Adanya program pengurangan sampah di Pasar Induk Kramat Jati ini dengan cara mengolah sendiri sampah organik. Dalam langkah awal ini telah dilakukan peninjauan lokasi penampungan sampah di Pasar Induk Kramat Jati. Kepala Sudin LH Jakarta Timur, Herwansyah menuturkan, pihaknya bersama pengelola pasar induk telah melakukan observasi dan perencanaan terkait program pengurangan sampah.
Pada saat ini sudah ada lahan untuk pembuatan pupuk hijau dan pengelolaan sampah dengan sistem magot di lokasi penampungan sampah Pasar Induk Kramat Jati. Salah satu program yang membantu mengurangi kapasitas tumpukan sampah di TPST Bantargebang adalah kehadiran ITF atau Intermediate Treatment Facility. Karena dengan adanya program tersebut bisa mempercepat dalam melakukan hal itu yang dilaksanakan.








