Program Kebangsaan BPIP RI, Ini Penjelasan Prof DR Muhammad Sabri MA

Sabtu, 09/03/2024 - 17:30
Direktur Pengkajian Kebijakan PIP BPIP RI Prof DR Muhammad Sabri MA

Direktur Pengkajian Kebijakan PIP BPIP RI Prof DR Muhammad Sabri MA

Klikwarta.com, Kota Depok - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Depok menggelar Dialog Publik. Hal yang di angkat pada acara dialog publik ini adalah, Peran Tokoh Agama Dan Tokoh Kebangsaan dengan mengambil Tema : Membangun kesatuan, kebhinekaan dan moderasi beragama di Era Digital. Bertempat di Hotel Bumi Wiyata, Jalan Margonda Raya Kota Depok, Kamis (7/3/2024).

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Bakesbangpol Kota Depok, ibu N. Linda Ratnanurdiany mangatakan, Sesuai dengan tema kita hari ini, kita adakan diskusi publik untuk merawat persatuan dalam kebhinekaan di era digital. Dalam kegiatan ini menghadirkan para tokoh agama dan tokoh kebangsaan di wilayah Kota Depok.

Linda mengatakan, “Melalui para tokoh tersebut diharapkan bisa membawa umatnya dan masyarakat saat ini tetap pada persatuan saling rukun dan harmonis di Kota Depok. Dengan saling bersilaturahim antar tokoh agama dan kebangsaan mengenai kondisi kehidupan bermasyarakat di Kota Depok,”ucapnya.

“Kita diskusi dengan tokoh agama dan kebangsaan, agar jangan sampai dengan teknologi yang ada sekarang itu, ada berita sedikit atau hoax, kita jadi terpecah belah,”tambahnya.

Ketua PIP BPIP RI, Prof. DR. Moh Sabri. MA., Direktur Pengkajian Kebijakan PIP BPIP RI, mengatakan, “Pancasila sebagai ruh negara bangsa Indonesia dalam merawat kebhinekaan dalam menganyam keharmonisan,”ucapnya.

Menurutnya, program ini perlu ditingkatkan dan segmennya perlu diperluas baik tokoh-tokoh Ormas terutama anak-anak muda di mana kedepannya akan ada kerjasama antar pihak BPIP dengan pihak Pemkot. Dalam kemitraan nantinya BPIP akan membuat program skema kebangsaan baik itu tingkat SMP dan SMA. Semuanya akan dilakukan step by step ada pihak sekolah.

“Ada dua jalur yang akan kita lakukan yang pertama jalur formal BPIP sudah memproduksi yaitu pendidikan Pancasila yang melibatkan dosen dan guru-guru yang dimulai sejak dini hingga perguruan tinggi yang sudah diserahkan ke kementerian pendidikan dan ristek Insya Allah pembelajaran itu dalam waktu dekat kurikulum baru dimulai dari SD hingga SMA. Adapun jalur yang kedua adalah non formal dilakukan melalui ekstrakurikuler dalam bentuk skema skema kebangsaan, Roadshow, kuliner, spot dan sebagainya,” tutup Ketua PIP BPIP RI Prof DR. Muhammad Sabri, MA. saat memberikan keterangan  kepada awak media.(*)

(Kontributor: Arif)

Berita Terkait