Asmara Subuh, Ribuan Pelajar Khatam Quran Massal di Pasir Putih

Jumat, 27/02/2026 - 16:02
Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi /Foto : MC

Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi /Foto : MC

Klikwarta.com, Kota Bengkulu - Kawasan Pasir Putih, Pantai Panjang, menjadi saksi bisu sebuah gerakan spiritual besar-besaran pada Jumat pagi (27/02/2026). Jika biasanya fenomena "Asmara Subuh di kalangan remaja identik dengan aksi balap liar atau sekadar nongkrong tak berfaedah.

Pemerintah Kota Bengkulu di bawah kepemimpinan Walikota Dedy Wahyudi berhasil mengubah stigma tersebut menjadi lautan keberkahan melalui kegiatan Khatam Al-Qur'an massal.

Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WIB ini tidak hanya melibatkan ribuan pelajar dari tingkat SD hingga SMP se-Kota Bengkulu, tetapi juga dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Tampak hadir memberikan dukungan penuh, Komandan Kodim (Dandim) 0407/Kota Bengkulu Letkol Inf Condro Edi Wibowo dan Komandan Lanal (Danlanal) Bengkulu Letkol Laut (P) Nurwahidin, S.H., M.Tr. Opsla. Kehadiran tokoh-tokoh militer ini berdampingan dengan Pj Sekda Kota Medy Pebriansyah, para Asisten, Staf Ahli, serta seluruh jajaran Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Bengkulu.

Walikota menyampaikan rasa bangga atas antusiasme luar biasa dari para generasi muda. Menurutnya, inovasi kegiatan ini adalah jawaban atas keresahan masyarakat terhadap perilaku negatif anak muda di waktu subuh selama bulan Ramadan.

"Mudah-mudahan dengan keberkahan Al-Qur'an, kita bisa mengubah pola pikir. Jika selama ini Asmara Subuh identik dengan hal negatif, di Kota Bengkulu Asmara Subuh kita mengkhatamkan Al-Qur'an," ujar Dedy di sela-sela kegiatan.

la juga menambahkan bahwa pemerintah berkomitmen untuk menjadikan agenda ini sebagai budaya baru dan berlanjut.

"Hari ini mungkin ada 1.000 anak, tapi ke depan, kita targetkan 10.000 anak muda akan berkumpul di sini untuk tujuan yang mulia," tegasnya.

Lebih lanjut, Walikota merincikan dua tujuan strategis dari pelaksanaan Asmara Subuh bernuansa religi ini. Pertama, penguatan nilai religius. Mengajak masyarakat, khususnya generasi masa depan, untuk kembali mendekatkan diri kepada nilai-nilai agama sebagai fondasi kehidupan.

Kemudian, menjadi langkah preventif agar anak-anak tidak terjebak dalam pergaulan salah, seperti aksi geng motor, tawuran, atau aktivitas lain yang membahayakan masa depan mereka.

Acara yang diawali dengan ceramah singkat dan ditutup dengan doa bersama ini berlangsung khidmat. Doa yang dipanjatkan ditujukan untuk memohon rida Allah SWT agar Kota Bengkulu senantiasa dilindungi dari marabahaya dan dijauhkan dari segala bentuk bencana.

"Ini adalah sejarah baru. Pertama kalinya di sepanjang pantai kita duduk bersama membaca Al-Qur'an. Kita berharap rida Allah turun, membawa keberkahan bagi kota ini, dan menjauhkan kita dari segala bala," tutup Dedy.

Dengan suksesnya kegiatan ini, Pemkot Bengkulu berharap daerah lain juga dapat terinspirasi untuk mengelola energi positif anak muda di waktu-waktu produktif seperti setelah subuh, demi menciptakan lingkungan yang aman, religius, dan beradab. (**)

Berita Terkait