Dukungan Operasi Udara Australia Targetkan Pemadaman Karhutla Wilayah Kaltim

Kamis, 05/11/2026 - 21:52
Dukungan Operasi Udara Australia Targetkan Pemadaman Karhutla Wilayah Kaltim

Dukungan Operasi Udara Australia Targetkan Pemadaman Karhutla Wilayah Kaltim

Klikwarta.com, Kalimantan - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Pemerintah Australia melepas armada udara Hercules C-130 dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Kamis (5/11), menuju Kalimantan Timur (Kaltim) untuk memadamkan titik api yang masih terpantau melalui operasi _water bombing_.

Pemilihan Kaltim sebagai lokasi operasi merupakan hasil observasi dan diskusi tim teknis kedua negara. Berdasarkan pemantauan BNPB, wilayah ini masih memiliki titik api dan pada hari ini (5/11) berada di posisi kedua terbanyak setelah Kalimantan Tengah. Kondisi tersebut sejalan dengan laporan harian Direktorat Koordinasi Operasi BNPB per 4 November 2026 pukul 18.00 WIB, yang mencatat luas lahan dalam penanganan di Kalimantan Timur naik 53 persen.

Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi mengatakan, pihaknya sudah memastikan wilayah yang masih membutuhkan tenaga bantuan. 

“Hasil pengamatan dan observasi kita serta diskusi dengan tim teknis Australia, di wilayah Kalimantan Timur masih terdapat banyak titik api,” ujar Kepala BNPB saat melepas tim Australia di Bandara Halim Perdanakusuma pada Kamis pagi (5/11). 

Kristomei Sianturi mengatakan, dengan pesawat jenis C-130 pengeboman dapat berjalan efektif. Kapasitas armada ini bisa mengangkut air dengan kapasitas 15.000 liter. 

“Jadi sehari itu bisa sampai 100.000 liter nanti kita untuk dropping di memang wilayah yang sudah kita petakan yang masih membutuhkan untuk water bombing atau untuk pemadaman apinya,” tambahnya. 

BNPB dan tim New South Wales Rural Fire Service telah berdiskusi dengan ketat yang memutuskan wilayah-wilayah yang perlu dipadamkan. 

Pelepasan dipimpin oleh Kepala BNPB bersama jajaran pimpinan tinggi BNPB, dan dihadiri oleh Duta Besar Australia, Roderick Bruce Brazier, beserta jajarannya. Dalam kesempatan itu, Kepala BNPB mewakili Pemerintah Indonesia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Australia atas dukungannya dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.

Dukungan Australia ini dirancang untuk melengkapi operasi darat dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) agar titik api kritis dapat dipadamkan lebih cepat sekaligus melanjutkan rekam jejak saling membantu antara Indonesia dan Australia dalam penanggulangan bencana.

Operasi udara ini direncanakan berlangsung selama tujuh hari, terhitung mulai 6 hingga 12 November 2026, dengan melibatkan dua pesawat dan 20 personel spesialis penerbangan dari New South Wales Rural Fire Service (NSW RFS).

Selain _Large Air Tanker_ Hercules C-130, Australia mengirimkan satu unit Cessna Citation sebagai pesawat pemandu. Sebanyak 20 personel juga diterjunkan yang terdiri atas pilot, kru penerbangan, dan paramedis.

Selanjutnya, BNPB dan Pemerintah Australia akan menindaklanjuti asesmen teknis bersama guna memastikan koordinasi operasi berjalan optimal. (**) 

Berita Terkait