Sinergi Ekosistem Pendidikan Menyiapkan Kompetensi Guru Terapkan STEM yang Mudah dan Sederhana

Kamis, 03/09/2026 - 20:27
Mendikdasmen Abdul Mu'ti

Mendikdasmen Abdul Mu'ti

Klikwarta.com, Kudus - 3 September 2026 - Pembelajaran Sains, Teknologi, Enjinering, dan Matematika (STEM) hadir sebagai upaya untuk menumbuhkan pola pikir kritis dan inovatif pada peserta didik. Dengan mengusung prinsip 5M, yaitu: Mudah, Murah, Menggembirakan, Mindful, dan Meaningful, Kemendikdasmen mengenalkan STEM dengan cara yang sederhana sehingga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di pembelajaran mereka.
 
Penerapan Program STEM di sekolah perlu didukung dengan meningkatkan kompetensi guru dalam menerapkan pembelajaran STEM yang sesuai prinsip Pembelajaran Mendalam serta prinsip 5M. Dengan pembekalan ini, guru diharapkan tidak hanya menguasai pengetahuan, tetapi juga mampu menghadirkan pengalaman belajar yang relevan, inspiratif, dan berdampak bagi murid.
 
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Nunuk Suryani, mengatakan bahwa komitmen penguatan STEM hadir melalui berbagai program prioritas. Upaya ini diwujudkan melalui berbagai upaya peningkatan kompetensi, termasuk menargetkan 3.272 guru yang menjadi sasaran pengimbasan oleh fasilitator daerah. 
 
“Dengan implementasi terarah, pembelajaran STEM dengan prinsip 5M yang erat dengan kearifan lokal diharapkan dapat menjadi pengungkit mutu pembelajaran sekaligus mempersiapkan Generasi Emas bagi terwujudnya Indonesia Emas 2045,” tambah Dirjen Nunuk. 

.

 
Kemendikdasmen telah membentuk 155 Fasilitator Nasional melalui pelatihan yang bermitra dengan Monash University, SEAQIS, dan Korea National University of Education. Program penguatan kompetensi mencakup pelatihan teknis, micro-credential, dan lokakarya lintas jenjang. Dengan prinsip ini diharapkan agar para pendidik dapat mengajarkan STEM kepada anak-anak dengan cara yang tidak rumit dan mahal.  

“Sebagai wujud partisipasi semesta, dukungan Bupati Kudus beserta seluruh jajaran pemerintahan, para kepala dinas pendidikan, dan tentunya seluruh mitra pembangunan, termasuk Pusat Belajar Guru menjadi kunci Program STEM ini dapat berjalan dan memberikan dampak nyata bagi pendidikan Indonesia,” tutur Nunuk Suryani.

Salah satu guru yang hadir dalam acara peluncuran Fitri Anggraeni, guru RA Miftahul Falah Dawe menyampaikan pesan semangat agar rekan-rekan pendidik terus meningkatkan kompetensi. “Mari kita terus semangat belajar mengasah kemampuan dan saling menginspirasi bertukar pengalaman mengajar untuk memperkaya wawasan dan mencetak generasi unggul,” pesannya.

Senada dengan itu, guru TKIT Umar bin Khatab, Annisa berharap, melalui peluncuran program STEM Nasional ini guru-guru di Indonesia terdorong untuk menciptakan model pembelajaran yang lebih kreatif guna menumbuhkembangkan pola pikir kritis anak sejak dini. 
 
*Dukungan Dinas Pendidikan*
Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga, Kabupaten Kudus, Anggun Nugroho, mengatakan bahwa Dispora Kabupaten Kudus sangat mengapresiasi peluncuran Program STEM Nasional. Ia menyatakan bahwa hal ini adalah bukti kepedulian Kemendikdasmen terhadap tumbuh kembang anak-anak di sekolah. 
 
"Kami akan mengimplementasikan program ini secara bertahap di semua jenjang. Mungkin akan ada _piloting_ satu atau dua sekolah terlebih dahulu sebelum pelaksanaan secara menyeluruh di Kudus. Kami juga siap berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memberikan bekal kepada anak-anak kita untuk menerapkan STEM,” tambah Anggun 
 
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Jepara, Adi Hananto juga menyatakan apresiasinya atas peluncuran Program STEM Nasional. Ia berharap Program STEM dapat dilaksanakan secara menyeluruh di Kabupaten Jepara, sehingga peserta didik yang ada di Kabupaten Jepara dapat belajar dasar STEM dengan lebih baik lagi. "Kami akan mendukung program ini melalui komunitas belajar (kombel) guru. Harapannya, mereka dapat mengimbaskan STEM ini kepada semua guru yang ada di Kabupaten Jepara,” ujar Adi. 
 
Pendekatan STEM dipilih untuk mengajarkan anak berpikir lewat masalah nyata, bukan menghafal rumus tanpa tahu untuk apa rumus itu dipakai. Dengan prinsip 5 M, STEM bisa dimulai dari apa yang ada di sekitar kita, oleh guru mana pun, di sekolah mana pun. Ini sesuai dengan slogan STEM, yaitu Berani Mencoba, Kreatif Mencipta.

(Kontributor : Arif)

Berita Terkait