Foto Kacab Pelni Bitung, Nurul Azhar
Klikwarta.com, Bitung - Mobilitas masyarakat di kawasan Indonesia Timur melalui transportasi laut masih menunjukkan tren yang tinggi. Hal itu terlihat dari pelayanan kapal penumpang KM Nggapulu milik PT PELNI (Persero) yang mengangkut total 840 penumpang saat singgah di Pelabuhan Bitung, Sulawesi Utara, Selasa (9/6/2026).
Data PELNI mencatat, sebanyak 820 penumpang turun dan 840 penumpang naik di Pelabuhan Bitung. Seluruh penumpang yang berangkat berhasil menjalani proses boarding secara digital tanpa kendala.
KM Nggapulu tiba di Pelabuhan Bitung pada tanggal 09 Juni 2026 pukul 00.30 WITA dan kembali bertolak pada pukul 15.00 WITA. Dari Bitung, kapal melanjutkan pelayaran menuju Ternate, Ambon, Namlea, Baubau, Makassar, Surabaya hingga Tanjung Priok, Jakarta.
Kepala Cabang PELNI Bitung, Nurul Azhar, mengatakan tingginya jumlah penumpang menjadi indikator bahwa kapal laut masih menjadi moda transportasi andalan masyarakat, terutama untuk perjalanan antarpulau di wilayah kepulauan Indonesia.
"Jumlah penumpang yang dilayani KM Nggapulu hari ini menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap transportasi laut masih sangat tinggi. PELNI hadir untuk memastikan layanan perjalanan yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi masyarakat di berbagai daerah," kata Nurul Azhar.
Menurut dia, penerapan sistem boarding digital yang digunakan PELNI turut mendukung kelancaran pelayanan di pelabuhan. Seluruh proses verifikasi penumpang dapat dilakukan lebih cepat dan akurat sehingga waktu tunggu keberangkatan menjadi lebih efisien.
"Digitalisasi layanan menjadi bagian dari transformasi yang terus kami lakukan. Sistem boarding online membantu menciptakan proses embarkasi yang lebih tertib, cepat, dan memberikan kenyamanan lebih bagi para penumpang," ujarnya.
Tak hanya mengangkut penumpang, KM Nggapulu juga menjalankan fungsi distribusi logistik antarwilayah. Pada kunjungan kali ini, kapal membongkar empat kontainer dry, dua kontainer reefer kosong, serta sejumlah muatan barang umum yang akan didistribusikan ke berbagai daerah.
Nurul menegaskan keberadaan kapal-kapal PELNI memiliki peran strategis dalam menjaga konektivitas nasional, khususnya di wilayah kepulauan yang bergantung pada transportasi laut.
"Setiap pelayaran PELNI tidak hanya menghubungkan masyarakat dari satu daerah ke daerah lain, tetapi juga mendukung kelancaran distribusi logistik yang menjadi penggerak aktivitas ekonomi di berbagai wilayah Indonesia," jelasnya.
Ia menambahkan, PELNI Cabang Bitung terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan, keselamatan, dan keamanan pelayaran seiring meningkatnya mobilitas masyarakat.
"Kami mengimbau masyarakat untuk membeli tiket melalui kanal resmi PELNI, menghindari perantara yang tidak bertanggung jawab, serta datang lebih awal ke pelabuhan agar proses keberangkatan berjalan lancar. Keselamatan dan kenyamanan penumpang akan selalu menjadi prioritas utama kami," pungkas Nurul Azhar.
Berdasarkan jadwal pelayaran, KM Nggapulu dijadwalkan tiba di Ternate pada Rabu (10/6) dini hari sebelum melanjutkan perjalanan menuju Ambon, Namlea, Baubau, Makassar, Surabaya, dan Jakarta. Dengan tingginya arus penumpang yang terus terjaga, Pelabuhan Bitung kembali menegaskan perannya sebagai salah satu gerbang utama konektivitas transportasi laut di Indonesia Timur. (**)








