Nek Saniyem Butuh Uluran Tangan Dermawan

Minggu, 10/05/2020 - 15:56
Nek Saniyem saat disambangi di kediamannya

Nek Saniyem saat disambangi di kediamannya

Wappress : “Mengetuk Hati Guna Meringankan Penderitaan”

Batu Bara, Klikwarta.com - Nek Saniyem (80), diusianya yang renta tinggal dirumah reot peninggalan almarhum suaminya, tepatnya di Dusun Pulau Putri, Desa Antara, Kecamatan Lima Puluh, Kabupaten Batu Bara, Provinsi Sumatera Utara.

Nek Saniyem hanya bisa pasrah dengan kehidupan seorang diri sebagai pengutip biji sawit (brondolan) di sekitar perkebunan untuk memenuhi ekonomi sehari-hari.

Nek Saniyem berharap adanya uluran tangan dari para dermawan. Soalnya, jangankan buat biaya berobat, untuk menutupi kebutuhan sehari-harinya saja hanya mengharapkan dari hasil mengutip biji sawit (brondolan).

Pendapatannya yang tak menentu sebagai pengutip brondolan sawit itulah yang membuatnya pasrah, jikalau ada pihak yang membantu meringankan ekonominya dari para dermawan yang terketuk hatinya dan meringankan tangan memberikan bantuan. Tentu dirinya sangat bersyukur. Apalagi ditengah Pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini.

"Setiap hari saya berdoa, saya orang susah dan orang kecil, cobaan ini, harus saya hadapi dengan tegar, semenjak ditinggalkan almarhum suami”, tutur Nek Saniyem
 sambil meneteskan air mata menatap team Wappress.

Nek Saniyem yang hidup sebatang kara itu tidak kecipratan bantuan pemerintah baik PKH, BPNT maupun bantuan jenis lainnya, hingga sekarang ini belum mendapat perhatian dari pihak Pemerintahan Daerah manapun Kecamatan.

"Arep nggolek brondolan wes ora iso (mau cari brondolan udah gak bisa), arep dol ayam sek cilik, ora payu (mau jual ayam masih kecil, tidak laku). Gawe mangan yo ngerep di ka'i uwong (buat makan juga mengharap dikasih orang)", kata Saniyem dengan logat Jawanya, Sabtu (09/05/2020) dikediamannya.

Disela - sela itu, team Wappress menanyakan terkait kesehatan ketika mengalami ketidak enakkan badan (Sakit).

"Kalau sakit kek mana nek?", tanya team Wappress.

 "Entalah, awaq pasrah aja. Mau beli obat ngak ada uangnya", jawab Saniyem polos-polos saja.

Meskipun hidup banyak kekurangan, Nek Saniyem tidak melupakan pemberian orang. 

Ia mengaku pernah mendapat bantuan bahan sembako, namun ia tidak tahu persis dari siapa bantuan itu didapatkannya. Pastinya hingga kini bantuan PKH, BPNT tidak berpihak padanya.

l

Tidak hanya Nek Saniyem, sejumlah janda tua renta yang tinggal di Dusun sama juga nyaris bernasib sama pula.

Seperti, Marmi (82) janda renta yang sudah terganggu pendengarannya, dan Runi (88) yang namanya lenyap dari daftar penerima PKH serta Tia (75) yang harus menjalani hidup tanpa penglihatan yang nyata. 

Ketiga janda berusia senja ini tidak mempunyai penghasilan dan patut menjadi perhatian pemerintah terutama Pemerintahan Desa.

"Terima kasih bapak-bapak. Semoga Allah SWT memberikan keluasan rezeki dan semoga bapak-bapak sehat selalu", doa para janda tua itu kepada Tim Wappress Batu Bara saat menyambanginya.

Team Warung Prestasi Press (Wappress) sedikit memberikan Sembako serta uang tunai kepada Janda tua tersebut.

(Pewarta: Muhamad Yusuf)

l

Berita Terkait