Pemkot Blitar Berdayakan Pengusaha Muda untuk Bangkitkan Nilai Ekspor

Selasa, 06/04/2021 - 14:39
Walikota Santoso Berikan Sambutan Pengarahan Kepada Pengusaha Muda di Acara Pembekalan Eksport Import Kepada Pelaku Usaha Perdagangan. Selasa (6/4/2021). (foto : Faisal NR / Klikwarta.com)

Walikota Santoso Berikan Sambutan Pengarahan Kepada Pengusaha Muda di Acara Pembekalan Eksport Import Kepada Pelaku Usaha Perdagangan. Selasa (6/4/2021). (foto : Faisal NR / Klikwarta.com)

Klikwarta.com Blitar - Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar menggandeng dan memberdayakan pengusaha-pengusaha muda untuk mendongkrak nilai ekspor kota Blitar melalui potensi lokal. 

Bentuk upaya itu diwujudkan Disperdagin Pemkot Blitar melalui pembinaan bidang ekspor impor yang digelar di salah satu hotel di kota Blitar, Selasa (6/4/2021).

Puluhan pengusaha dengan berbagai latar belakang produksi diundang di acara itu, untuk memperkuat kesamaan persepsi maupun tujuan guna menerjemahkan visi misi pemerintahan Santoso-Tjutjuk dalam hal peningkatan nilai ekspor daerah.

"Disaat kita dihadapkan pandemi Covid-19 ini, justru memicu dan menantang pengusaha muda apa yang bisa dilakukan dalam rangka melakukan kegiatan perdagangan ekspor impor. Disaat ini banyak kendala yang dihadapi. Tetapi jangan menjadi menyurutkan semangatnya, melainkan harus berkreativitas bagaimana menembus supaya produknya diminati orang luar, sehingga mampu melakukan ekspor impor," tutur Santoso seusai membuka Pembekalan Eksport Import kepada pengusaha muda. 

Tidak tanggung-tanggung, lanjut dia, Pemkot Blitar menghadirkan narasumber dari Dirjen Ekspor Impor Provinsi Jawa Timur. Diharapkan setiap peserta pembekalan optimal menyerap materi yang disampaikan narasumber, sehingga realisasi ekspor impor mampu dijalankan pengusaha-pengusaha muda kota Blitar. 

"Sehingga ini memberikan tantangan kepada pengusaha muda agar sukses menjalankan di era 4.0 ini dalam hal ekspor impor," imbuhnya.

Santoso memberikan gambaran perihal produk Kendang Sentul. Produksi Kendang Sentul ini sesuai permintaan konsumen dalam satu bulan, pengusaha bisa menyediakan produk itu hingga tiga Container. Bahkan, stok bahan baku dan tenaga pembuat produk terkadang kewalahan. Namun demikian, hal ini menjadi tantangan bagi pengusaha untuk memanfaatkan peluang yang positif itu agar semakin besar. 

"Ini sebenarnya peluang bagi pengusaha untuk menciptakan tenaga kerja baru dengan memasok bahan dasarnya itu. Sehingga memasok permintaan dari China itu bisa terpenuhi. Kemudian produk-produk tas yang terbuat dari Tempurung Kelapa itu bisa dikembangkan, bagaimana menjaga kualitas global itu tercipta," tandasnya.

Kepala Disperdagin Kota Blitar Arianto

Kepala Disperdagin Pemkot Blitar Arianto menambahkan, Pembekalan Eksport Import kepada pelaku usaha perdagangan itu diadakan demi memenuhi kehendak visi misi Walikota dan Wakil Walikota Blitar dalam hal pemberdayaan usaha kepada pelaku usaha muda guna mencapai kemandirian dan tingginya ekonomi melalui perdagangan ekspor impor.

"Sasarannya ini memang ke millenial sesuai visi misinya Walikota. Nanti ada pelatihan produk juga yang berkelanjutan dan kita akan dukung terus supaya mindset pengusaha millenial itu menjadi pelaku usaha yang bisa ekspor," ungkapnya.

Melalui acara ini, Disperdagin Pemkot Blitar kata Arianto juga memamerkan beberapa hasil produksi unggulan dari pelaku usaha mikro di sekitar lokasi acara. Produk-produk itu seperti makanan dan minuman, tas, kain-kain batik, dan hasil produksi lainnya yang menghadirkan nuansa potensi lokal. 

(Pewarta : Faisal NR / ADV)

Berita Terkait