Wakil Ketua DPRD Jatim Sahat Tua Simanjuntak dan Irjen Pol M Fadil Imran
Klikwarta.com, Jawa Timur - Wakil Ketua DPRD Jatim, Sahat Tua Simanjuntak menilai pergantian Kapolda Jatim dari Irjen Pol M Fadil Imran kepada Irjen Pol Nico Afinta Karo-Karo merupakan estafet kepemimpinan yang tepat.
"Beliau berdua sama sama Jendral yang punya kemampuan luar biasa. Dan saya sangat mengenal kinerja keduanya", ungkap Sahat.
Sahat mengaku sangat terkesan dengan Kapolda Jatim sebelumnya Irjen Polisi M Fadil Imran, yang menurutnya adalah pekerja keras yang tegas dalam menjalankan tugasnya.
Sahat menyebut Irjen Polisi Fadil sudah membuktikan mampu bekerja sama dengan DPRD Jatim dan sukses mengubah zona merah yang pernah cukup dominan. Kini menjadi zona kuning.
"Ini karena ada aturan tegas yang idenya berasal dari beliau dan direalisasikan oleh DPRD Jatim lewat perda no 2 tahun 2020, Alhamdulillah Jatim kondusif dan bisa menekan perkembangan Covid 19," ungkap politisi Golkar ini bangga.
Sahat menyampaikan ucapan terimakasih atas kinerja Irjen Pol Fadil Imran beserta jajaran Polda Jatim yang sudah bekerja luar biasa untuk masyarakat Jatim sehingga program yang menjadi tanggung jawab Forkopimda di masa Covid menjadi makin baik dan terukur.
Sahat mengapresiasi Irjen Pol Fadil yang mampu sinergitas dalam hal memudahkan DPRD Jatim dalam berkomunikasi dengan jajaran Polres di Jatim sehingga Perda Jatim tentang covid-19 menjadi sangat efektif.
Sahat menilai ketegasan Fadil sangat layak dan orang yang tepat untuk duduk di posisi baru sebagai Kapolda Metro Jaya, yang memiliki tantangan sangat kompleks di masa pendemi ini.
"Secara pribadi dan DPRD Jatim saya menyampaikan Selamat bekerja di tempat baru. Semoga makin sukses mengemban amanat negara," ucap Sahat.
Sementara untuk Kapolda Jatim yang baru Irjen Polisi Nico Afanta, Sahat mengucapkan Selamat datang di Jatim. Sekretaris DPD Golkar Jatim ini berharap prestasi yang sudah ditorehkan oleh Kapolda Jatim sebelumnya bisa dipertahankan serta berupaya terus ditingkatkan.
"Sebagai Jendral asli Surabaya saya yakin Pak Nico sangat paham kultur budaya masyarakat Jatim. Sehingga tentu tidak sulit untuk Beliau langsung tancap gas memimpin kepolisian dan menjaga kondusifitas Jatim. Selamat datang dan selamat bersinergi dengan Forkopimda dan masyarakat Jatim," pungkasnya.
Sekedar diketahui Irjen Polisi M Fadil Imran, hanya menduduki posisi Kapolda Jatim selama 6 bulan terhitung sejak bula Mei 2020. Dan harus berpindah tugas ke Jakarta menggantikan Irjen Polisi Nana Sujana sesuai Surat Telegram Kapolri Nomor 3222 tertanggal 16 November 2020. Sedang Irjen Pol Nico Afinta juga baru menjabat sebagai Kapolda Kalsel selama 6 bulan, dan harus bergeser tugas ke Jatim sebagai orang nomer 1 di Korps Bhayangkara Jawa Timur.
(Pewarta : Supra)








