Bupati Jember Gus Muhammad Fawait
Klikwarta.com, Jember - Bupati Jember Gus Muhammad Fawait mengajak Srikandi Santri Milenial menjadi mitra pemerintah dalam mengawal sekaligus menyosialisasikan berbagai program pembangunan kepada masyarakat. Ajakan itu disampaikan saat menghadiri Pengukuhan dan Rapat Kerja Srikandi Santri Milenial Jember Masa Khidmat 2026–2031 bertema "Santri Merawat Negeri dan Mengabdi Sepenuh Hati" di Hotel Aston Jember, Minggu (2/8/2026).
Dalam sambutannya, Gus Fawait mengucapkan selamat kepada jajaran pengurus yang baru dikukuhkan.
Menurutnya, organisasi yang lahir dari kalangan santri memiliki peran strategis dalam menjaga nilai-nilai keislaman sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan daerah.
"Santri tidak hanya mampu mengaji, tetapi juga mampu mengelola pemerintahan, membangun masyarakat, dan menjadi bagian dari solusi atas persoalan bangsa," ujarnya.
Gus Fawait juga mengapresiasi Anggota DPR RI yang dinilai tetap membawa identitas sebagai santri meski telah menjadi pejabat di tingkat nasional. Ia berharap sinergi antara Pemerintah Kabupaten Jember dan DPR RI semakin kuat untuk menghadirkan lebih banyak program bagi masyarakat.
Menurutnya, kehadiran wakil rakyat di tingkat pusat harus dimanfaatkan untuk memperjuangkan kepentingan Kabupaten Jember, termasuk mendatangkan berbagai program dan investasi.
Salah satu yang diungkapkan Gus Fawait ialah rencana investasi di sektor pengelolaan sampah dengan nilai sekitar Rp1,5 hingga Rp2 triliun. Investasi tersebut diharapkan mampu menjadi solusi persoalan persampahan sekaligus membuka peluang ekonomi baru di Jember.
Selain itu, ia memaparkan sejumlah program prioritas Pemerintah Kabupaten Jember di bidang kesehatan.
Mulai 1 April lalu, seluruh warga Jember telah mendapatkan layanan berobat gratis di puskesmas dan rumah sakit yang bekerja sama dengan pemerintah.
Namun, menurutnya, jaminan kesehatan saja belum cukup.
Masih banyak warga miskin yang tidak mampu datang ke fasilitas kesehatan karena keterbatasan kondisi fisik maupun ekonomi.
"Kalau keluarga mampu memiliki dokter keluarga, maka masyarakat miskin juga harus memiliki dokter keluarga. Karena itu kami menghadirkan program Homecare agar tenaga kesehatan mendatangi pasien langsung ke rumah," tegasnya.
Program tersebut, lanjut Gus Fawait, menjadi upaya pemerintah menekan angka kematian ibu dan bayi, meningkatkan akses pelayanan kesehatan, sekaligus mencegah masyarakat jatuh miskin akibat biaya pengobatan.
Di hadapan para anggota Srikandi Santri Milenial, Gus Fawait juga meminta dukungan untuk menyosialisasikan berbagai program pemerintah sekaligus menyerap aspirasi masyarakat.
"Saya tidak memiliki konflik kepentingan politik. Karena itu saya berharap organisasi ini benar-benar menjadi jembatan antara masyarakat dengan pemerintah. Jika ada persoalan di lapangan, sampaikan kepada kami agar bisa segera ditindaklanjuti," katanya.
Menutup sambutannya, Gus Fawait mengajak seluruh kader Srikandi Santri Milenial menjaga semangat pengabdian sebagai santri, aktif berkontribusi bagi masyarakat, serta tetap mengutamakan keselamatan dalam beraktivitas.
"Selamat kepada seluruh pengurus. Teruslah mengabdi, menjadi teladan di tengah masyarakat, dan bersama-sama membangun Jember yang lebih maju," pungkasnya. (Maria)








