Istimewa di Pembukaan International Mask Festival 2021, Peluncuran IMO Digadang Jadi Wadah Silaturahmi Pelestari Topeng Nusantara

Sabtu, 12/06/2021 - 18:05
Founder IMO R Ay Irawati Kusumorasri

Founder IMO R Ay Irawati Kusumorasri

Klikwarta.com, Solo - Peluncuran perdana Indonesia Mask Organization (IMO) menjadi hal yang istimewa bertepatan dengan pembukaan ajang festival topeng internasional atau International Mask Festival (IMF) tahun 2021, yang digelar pada Jumat (11/06/2021), di nDalem Purwohawijayan, kawasan Keraton Kasunanan Surakarta, Kelurahan Baluwarti, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Solo, Jawa Tengah.

Founder IMO, R. Ay. Irawati Kusumorasri dalam sambutannya pada acara pembukaan IMF 2021 menyampaikan, terbentuknya IMO digadang dapat menjadi wadah silahturahmi baik bagi seniman, kolektor topeng, pengrajin topeng, komunitas, sekaligus bagi individu pecinta topeng di Indonesia. 

"Saya berharap dengan hadirnya IMO di Indonesia, dapat pula menjadi sarana pelestarian topeng sebagai salah satu kebudayaan di Indonesia. Terima kasih atas antusias pecinta topeng Indonesia yang telah mendaftar menjadi bagian IMO. Pendaftaran IMO masih terbuka lebar melalui http://bit.ly/daftar-IMO," terangnya.

Lebih dari itu, menurut Irawati, IMO dibentuk atas kesadaran untuk terus menggali potensi dari beragam kekayaan topeng yang ada di berbagai daerah di Indonesia.

"Maka dibentuknya IMO ini agar juga dapat menjadi wadah silaturahmi diluar kegiatan festival, untuk saling memberi apresiasi, memberi pengetahuan tentang bagaimana situasi kebudayaan topeng di daerah masing - masing," ungkap Irawati, saat ditemui Klikwarta.com, di sela acara tersebut. 

Guna membangun komunikasi yang efektif antara para pelestari topeng yang berada di berbagai daerah, anggota IMO pun dapat dipertemukan baik secara webinar maupun zoom metting untuk saling bertukar pengalaman dan pengetahuan, sehingga nantinya dapat menjadi jaringan kebudayaan topeng di Indonesia yang bahkan diharapkan akan mencakup hingga ke jaringan topeng internasional atau mendunia.

Dengan dibentuknya IMO, bukan saja melestarikan potensi topeng yang sudah ada, akan tetapi lebih jauh diharapkan dapat mengakomodir keinginan serta harapan dari mereka yang telah mendaftar sebagai anggota IMO di berbagai daerah untuk saling berkomunikasi tentang topeng Nusantara. Sehingga nantinya keberadaan potensi topeng sebagai kekayaan budaya yang sampai saat ini dimungkinkan belum terdeteksi dapat pula digali.

"Misalnya di daerah Cirebon atau Malang, mungkin semua orang sudah tahu kalau di daerah itu ada topeng, tapi mungkin di daerah lain kita tidak tahu atau belum mengenal bahwa disana ternyata juga ada topeng. Ini yang akan kita cari, termasuk kemungkinan adanya topeng yang malah sudah punah. Ini yang akan kita lakukan bersama teman - teman di IMO," jelas Irawati. 

Keberadaan IMO juga menjadi ajang diskusi bersama untuk menjaga serta mengembangkan eksistensi topeng Indonesia, sehingga bisa terpelihara secara turun temurun sebagai warisan budaya yang dikenal bahkan hingga ke mancanegara.

Dijelaskan lebih lanjut, hingga saat ini sudah tercatat sebanyak 51 pendaftar IMO, baik individu maupun kelompok. Beberapa diantaranya mengikuti Zoom Virtual Meeting yang disiarkan pada pagelaran IMF 2021.

"Program IMO mendatang yaitu menyelenggarakan pertemuan rutin yang akan dilaksanakan selama 4 bulan sekali, adapun pertemuan pertama akan dilaksanakan secara hybrid pada bulan Oktober 2021. Namun tidak menutup kemungkinan adanya perubahan rentang waktu pertemuan rutin berdasarkan kesepakatan bersama," tandas Founder IMO, R. Ay. Irawati Kusumorasri.

Pagelaran IMF 2021 bertema "PANJI: Road to Jalan Rempah" yang diselenggarakan secara hybrid yaitu daring dan luring. IMF merupakan pagelaran seni pertunjukan untuk menggali kekayaan kesenian topeng di Indonesia sejak tahun 2014.

IMF 2021 ditayangkan secara live streaming pada kanal You Tube SIPA Festival pada Jumat dan Sabtu 11 dan 12 Juni 2021 sejak pukul 14.00 WIB. Pertunjukan spektakuler IMF tahun ini menampilkan 45 video pertunjukkan delegasi Indonesia dan manca negara dan 13 penampilan langsung delegasi Indonesia. 

Adapun tari pembuka IMF 2021 ditampilkan oleh Semarak Candra Kirana. Penampilan live lainnya yaitu Fajar Dance Group dari Solo, Rumah Lengger dari Banyumas, Nuryanto, S. Kar., M.Sn dari Solo, SakSak Dance dari NTB dan Selendang Merah dari Jakarta. 

Tampil sebagai quest star diujung pertunjukan pada hari pertama, Dr. Martinus Miroto, M.F.A dari Yogyakarta yang menampilkan tari berjudul "Penumbra." Pagelaran IMF 2021 pada hari pertama ini terdapat 28 penampil yang berasal dari Indonesia dan mancanegara.

Para pendukung dan stakeholders turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya IMF 2021 secara hybrid ini, antara lain Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta, Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah maupun delegasi mancanegara dari Perancis dan Malaysia.

PANJI Road to Jalan Rempah Panji adalah cerita “asli” Jawa (Nusantara) dengan setting kejadian pada masa Kerajaan Kediri yang mengisahkan tentang percintaan dua tokoh utama yaitu Panji Asmarabangun (Inukertapati) dan Dewi Sekartaji (Galuh Candrakirana) anak dari Raja Jenggala dan Kediri. 

Dari Majapahit di Jawa, kisah ini menyebar ke wilayah Nusantara bahkan hingga Asia Tenggara. Mpu Prapanca melalui serat melukiskan dengan indah perkembangan budaya Panji dalam Negarakertagama. Raja Majapahit yakni Hayam Wuruk, berkenan menari dengan, mengenakan topeng. Sungguh peristiwa yang luar biasa sekaligus meneguhkan
tentang pengakuan raja terhadap budaya Panji. 

Dari folk-loor (folk-art) Panji telah menjadi bagian dari istana. Panji mengungkap jejak sejarah keagungan budaya masyarakat Nusantara (Indonesia). Jejak indah itu ada pada karya sastra, relief, wayang, topeng dan bentuk ekpresi budaya yang lain. Sang Panji dalam beragam ekspresi budaya itu tersebar ke berbagai wilayah, dan kemudian seperti membentuk ‘jalan sutera’ yang mengungkap tentang riwayat mula Nusantara.

Sebaran Panji di Nusantara seperti mengingatkan pada Jalur Rempah Indonesia saat ini. Sebaran kisah sang pangeran nyaris sama dengan sebaran Jalur Rempah. Maka riwayat mula tentang Nusantara itu sesungguhnya juga riwayat mula tentang Jalur Rempah. Karena persinggahan Panji, dari kisah hingga ekpresi budaya,
seperti menuntun pada jalan rempah.

Maka inilah PANJI, Road to Jalan Rempah, tema dari International Mask Festival 2021. Panji akan menjadi jalan menuju Jalur Rempah, tentu dengan pendekatan topeng sebagai ruh dari panggung seni pertunjukannya.

(Pewarta : Kacuk Legowo)

Berita Terkait