Kementerian Ekraf Siap Dampingi Talenta Kreatif Pidie Jaya Tembus Pasar Nasional

Rabu, 04/11/2026 - 00:12
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menyambut positif rencana pembentukan organisasi perangkat daerah (OPD) yang secara khusus menangani ekonomi kreatif di Kabupaten Pidie Jaya. Jakarta, 2 November 2026

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menyambut positif rencana pembentukan organisasi perangkat daerah (OPD) yang secara khusus menangani ekonomi kreatif di Kabupaten Pidie Jaya. Jakarta, 2 November 2026

Klikwarta.com, Jakarta - Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menyambut positif rencana pembentukan organisasi perangkat daerah (OPD) yang secara khusus menangani ekonomi kreatif di Kabupaten Pidie Jaya. Inisiatif ini dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat pengembangan ekonomi kreatif sekaligus mengoptimalkan potensi lokal sebagai sumber pertumbuhan ekonomi daerah.

Menteri Ekraf mengatakan, setiap daerah memiliki potensi ekonomi kreatif yang dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru. Jika dikelola secara optimal, sektor ini berpeluang memberikan kontribusi terhadap produk domestik regional bruto (PDRB), sekaligus membuka lapangan kerja dan menciptakan peluang usaha bagi masyarakat setempat.

"Ekonomi kreatif ini lagi berkembang pesat di berbagai daerah dan kami melihat potensi Kabupaten Pidie Jaya yang cukup tinggi. Nanti output-nya bisa memberikan kontribusi terhadap PDRB dan lapangan kerja," ujar Menteri Ekraf saat audiensi dengan jajaran Badan Legislasi (Baleg) DPRK Pidie Jaya di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Senin (2/11).

Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, Kementerian Ekraf membuka peluang kolaborasi melalui sejumlah program unggulan (_flagship_), antara lain Aktivasi Desa Kreatif, Creative Hub, dan Creative by Indonesia. Program-program ini dapat mendukung pengembangan talenta lokal, memperluas jejaring pelaku ekonomi kreatif, serta membuka akses pasar bagi produk kreatif daerah agar memiliki nilai tambah dan daya saing.

"Nanti silakan apa yang menjadi program prioritas dari Pemerintah Kabupaten bisa sesuaikan dengan flagship yang kita miliki. Nanti ada dua yang bisa kita intervensi, baik itu pengembangan talenta maupun _brand_-nya terkait akses pasar," jelas Menteri Ekraf.

Sementara itu, Ketua Baleg DPRK Pidie Jaya, Nazarudin Ismail, mengungkapkan bahwa daerahnya memiliki beragam potensi ekonomi kreatif yang dapat dikembangkan, mulai dari fesyen hingga kuliner. Sejumlah produk lokal, seperti Batik Kakao dan sepatu kulit, menjadi potensi yang dapat ditingkatkan melalui penguatan kapasitas pelaku usaha dan perluasan akses pasar.

Nazarudin menjelaskan, saat ini pihaknya tengah mengupayakan pembentukan struktur organisasi dan tata kerja (SOTK) yang mengakomodasi urusan ekonomi kreatif. Nantinya, urusan tersebut akan berada di bawah Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Pidie Jaya. Kehadiran struktur tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi program serta memudahkan pelaku ekonomi kreatif memperoleh dukungan pengembangan usaha.

"Jadi, di Pidie Jaya ini banyak potensi yang bisa dikembangkan. Kami punya Batik Kakao, kuliner, hingga usaha sepatu kulit. Tentu mereka (talenta kreatif) ini sangat menginginkan pelatihan, pendampingan hingga akses pasar sehingga mereka bisa ekspansi lebih lanjut. Sehingga pengembangan ekonomi kreatif di Pidie Jaya dapat terwujud dengan adanya dinas dan sinergi dengan pemerintah pusat dan daerah," terangnya.

Dalam audiensi ini, Menteri Ekraf didampingi Staf Ahli Menteri Bidang Sistem Pemasaran dan Infrastruktur, Septriana Tangkary; Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif, Mohammed Ali Berawi; serta Staf Khusus Menteri Bidang Isu Strategis dan Antarlembaga, Rian Syaf. (**) 

Berita Terkait