Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto melantik Pejabat Struktural dan Fungsional di Operational Room, Kantor Kemendes PDT, Senin (3/8/2026)
Klikwarta.com, Jakarta - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto melantik Pejabat Struktural dan Fungsional di Operational Room, Kantor Kemendes PDT, Senin (3/8/2026). Dalam pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan itu juga dirangkai dengan penandatanganan pakta integritas dan perjanjian kinerja bagi Pejabat Struktural dan Pejabat Fungsional di lingkungan Kemendes PDT.
Dalam sambutannya, Mendes Yandri mengatakan bahwa dalam proses pengisian jabatan di lingkungan Kemendes PDT dilakukan secara transparan dan tidak pernah ada transaksi dalam bentuk apa pun. Menurutnya, pejabat-pejabat yang saat ini dilantik adalah orang-orang yang sudah melalui tahapan demi tahapan yang dilakukan oleh tim penilai/penguji.
“Saya sama Pak Wamen dari awal memang sudah punya komitmen, pertama mengangkat para pejabat ini tidak ada kongkalikong, Bapak Ibu lolos itu ya karena memang tahapan itu ketat dan saya enggak pernah nitip, Pak Wamen juga enggak pernah nitip. Kami, saya dan Pak Wamen hanya titip Bapak Ibu semuanya bekerja dengan baik. jadi saya minta itu saja dengan Pak Wamen,” ujar Yandri.
“Nah kemudian yang kedua, dalam proses pengisian jabatan dari awal tidak ada permintaan apa pun masalah duit, saya ulangi berulang-ulang di ruangan ini, tidak ada pihak mana pun termasuk saya dan Pak Wamen atau orang yang ngaku-ngaku orangnya pak menteri atau pak wamen. Tidak boleh ada pungutan apa pun,” sambungnya.
Oleh karena itu, Mendes Yandri mengucapkan selamat dan kemudian mengajak kepada seluruh pejabat yang hari ini dilantik untuk bersyukur dengan cara melaksanakan tugas, pokok dan fungsi masing-masing dengan baik. Untuk itu ia juga mengajak para pejabat di lingkungan Kemendes PDT memberikan kinerja terbaik untuk Kemendes PDT.
Mendes Yandri juga mengajak seluruh pihak untuk menjaga nama baik Kemendes PDT, menurutnya nama baik Kemendes PDT bukan hanya di tangan menteri dan wakil menteri saja, tapi di seluruh pejabat dan pegawai di lingkungan Kemendes PDT. Ia meminta semua pihak untuk menjaga nama baik institusi dengan sungguh-sungguh, karena wajah Kemendes PDT ini ada di kita semua.
Selain itu, Mendes Yandri juga mengajak seluruh pihak untuk lebih waspada di zaman pertarungan bebas seperti saat ini. Menurutnya, membangun narasi positif itu kadang-kadang kalah dengan narasi negatif. Tidak hanya itu, bahkan berita yang benar kalau tidak dimasifkan, bisa kalah dengan berita hoaks.
Oleh karena itu, ia meminta kepada seluruh jajaran di Kemendes PDT itu bisa menyampaikan dan menyebarkan berita yang baik dan benar, serta ikut terlibat untuk mengcounter berita yang hoaks atau yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.
Apalagi baru-baru ini viral, ada potongan video pernyataan bahwa dirinya akan menutup warung-warung yang ada di desa demi Koperasi Desa Merah Putih. Ia kemudian menegaskan bahwa video pernyataan tersebut sangat merusak dan fitnah besar. Ia memastikan bahwa video tersebut dibuat dengan AI.
“Sebenarnya kalau orang cerdas dalam bermedsos, ketahuan mana yang asli mana yang enggak. Tapi saya baca komennya pada percaya. Nah Bapak Ibu tolong dipantau, saya mau lihat nanti di unit kerjanya eselon I, coba kita harus counter Ini. Bukan hanya di Kemendes PDT, tapi kalau ada yang menyerang pemerintah, dan itu hoax dan tidak benar, cenderung propaganda dan provokatif ya kita punya kewajiban untuk meluruskan dan menegaskan bahwa kalau itu hoax kita sampaikan hoax dan ini yang benar,” ujarnya.
“Kan masing-masing punya handphone, ya jangan diam pak. Jadi yang mengkritik atau yang menyebutkan hoaks itu nyaring bunyinya, sementara yang membela ini sunyi, senyap, kadang-kadang kita nonton TikTok, Instagram atau apa pun itu diam, tidak berkomentar,” sambung mantan Wakil Ketua MPR RI ini. (**)








