Anggota DPRD Jawa Timur dari Fraksi PPP, Nurul Huda.
Klikwarta.com, Jawa Timur - Tragedi Kebakaran Kapal Motor Penyeberangan KMP Mutiara Sentosa 2 di perairan Sumenep, Madura menelan korban jiwa. Insiden yang terjadi Minggu (2/8/2026) saat kapal dalam pelayaran Surabaya-Makassar itu menyita perhatian Anggota DPRD Jawa Timur dari Fraksi PPP, Nurul Huda.
Politisi asal Madura yang duduk di Komisi D DPRD Jatim ini menyampaikan duka mendalam dan mendesak ada evaluasi total terhadap aspek keselamatan transportasi laut.
"Kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya atas wafatnya lima korban dalam musibah kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2. Semoga para korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," ujar Nurul Huda, Senin (3/8/2026).
Ia juga mendoakan ratusan penumpang dan awak kapal yang berhasil dievakuasi agar segera pulih. "Semoga seluruh korban yang berhasil diselamatkan diberikan kesehatan dan kekuatan. Trauma akibat musibah seperti ini tentu membutuhkan perhatian serius, sehingga pendampingan psikologis juga penting dilakukan," katanya.
Ra Huda, sapaan akrab Nurul Huda, menyebut tragedi ini harus menjadi peringatan keras bagi semua pemangku kepentingan. Menurutnya keselamatan penumpang tidak boleh dikompromikan.
"Kami berharap pihak-pihak terkait melakukan pengecekan secara menyeluruh terhadap setiap kapal sebelum berlayar. Keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama sehingga kejadian serupa tidak kembali terulang," tegasnya.
Ia meminta setiap kapal yang akan beroperasi wajib menjalani pemeriksaan kelayakan secara ketat. Evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan pelayaran juga harus segera dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang.
Selain itu, Ra Huda mendorong koordinasi antarinstansi diperkuat selama proses penanganan masih berlangsung.
"Kami meminta seluruh pihak terkait, baik di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur maupun Pemerintah Kabupaten, terus melakukan komunikasi aktif dalam penanganan lalu lintas darat, laut, maupun udara agar proses evakuasi, pencarian, hingga pelayanan kepada korban berjalan optimal," tuturnya.
Berdasarkan data sementara, sebanyak 236 penumpang dan awak KMP Mutiara Sentosa 2 berhasil dievakuasi dari perairan Sumenep. Lima orang dinyatakan meninggal dunia.
Hingga Senin (3/8/2026), tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian dan pencocokan jumlah korban yang dievakuasi dengan data manifes penumpang.
Musibah ini menjadi duka bagi seluruh masyarakat Jawa Timur, khususnya Madura, dan diharapkan menjadi momentum pembenahan sistem keselamatan pelayaran di wilayah perairan nasional.
Pewarta: Supra








