Soal Laporan Security Kampus IAIN Terhadap Aktivis HMI, Polisi Upayakan Mediasi

Jumat, 30/03/2018 - 12:24
IAIN Bengkulu

IAIN Bengkulu

Klikwarta.com - Aktivis HMI yang ikut berdemo di kampus IAIN Bengkulu pada Kamis (29/3/2018) dilaporkan oleh Syaromi (22) security kampus IAIN Bengkulu atas dugaan tindak pidana penganiayaan. Laporan disampaikan ke Polsek Selebar Kota Bengkulu setelah melakukan visum terhadap luka memar yang diderita Syaromi.

"Pemukulan terjadi pada saat saya sedang menjalankan tugas untuk mengambil arsip surat tugas wakil rektor III yang dirampas paksa oleh peserta demo," kata Syaromi. Ditambahkannya, akibat pemukulan itu mengakibatkan pelipis sebelah kiri Syahromi menderita luka lebam berdarah, pemukulan dilakukan oleh peserta aksi dengan menggunakan pengeras suara.

Kepala Kepolisian Sektor Selebar, Kompol Tigor Lubis membenarkan adanya laporan dugaan penganiayaan security kampus IAIN Bengkulu tersebut. "Syahromi membuat laporan dugaan penganiayaan yang diduga dilakukan oleh massa yang melakukan aksi demo di kampus IAIN Bengkulu," kata Tigor Lubis, Jumat (30/3/2018).

Dalam laporan itu, korban menyertakan hasil visum berupa luka dibagian pelipis kirinya. Atas laporan itu, pihak Polisi akan mengupayakan mediasi antara kedua belah pihak. 

"Hari Selasa (3/4/2018) nanti kita akan menghadirkan kedua belah pihak untuk membicarakan upaya perdamaian," kata Tigor Lubis.

Sementara pihak HMI rencananya akan menggelar konferensi pers siang ini di sekretariat HMI Cabang Bengkulu. Menurut HMI, tindakan Wakil Rektor III IAIN Bengkulu mengamankan bendera dan atribut HMI sebagai tindakan perampasan dan pembubaran paksa, sedangkan dari keterangan pihak kampus, tindakan mereka telah sesuai aturan kampus dan menuding sebaliknya bahwa HMI lah yang melakukan pelanggaran. (FR)

Berita Terkait