Bupati Brebes Hj Idza Priyanti Bersama PDAM Denpasar Bali
Klikwarta.com, Brebes - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Brebes bertekad meningkatkan pelayanan kepada pelanggan. Berbagai upaya terus dilakukan, termasuk berkunjung ke Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kota Denpasar, Bali dalam rangka mencari terobosan terobosan baru demi kepuasan pelanggan PDAM Brebes.
"Demi peningkatan kualitas pelayanan pelanggan, kami setiap tahun melakukan kunjungan kerja untuk belajar lebih baik lagi," ucap Direktur PDAM Karmai Widiastuti disela kunjungan kerjanya, di Denpasar, Sabtu (11/8).
Meskipun PDAM Brebes sudah kategori sehat namun masih banyak kegiatan yang belum mampu dioptimalkan. Diantaranya, masih rendahnya cakupan pengguna jasa PDAM dan kurangnya ketersediaan sumber air baku.
Hal ini terkait Kabupaten Brebes dengan jumlah penduduk 1,9 juta jiwa hanya memiliki pelanggan 35.000 unit dengan cakupan 14 persen. Sementara Kota Denpasar dengan jumlah penduduk 938.851 jiwa, memiliki pelanggan 85.996 unit dengan cakupan 54,10 persen.
Studi Tiru ke Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma Kota Denpasar Bali dipimpin Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH diterima langsung Direktur Utama Perumda Air Minum Denpasar Ida Bagus Gede Arsana ST, Direktur Teknik I Putu Yaba ST dan Direktur Adm dan keuangan Ni Putu Sri Utami SE beserta jajarannya.
Menurut Karmai Widiastuti, di Kabupaten Brebes sejatinya tingkat kehilangan air atau kebocoran air di Brebes 28 persen. Sedangkan kebutuhan sebanyak 3.500 liter perdetik baru tercukupi sekitar 500 liter per detik sehingga kekurangannya 3.000 liter perdetik, sehingga konsumsi air sebanyak 120 liter/orang/hari," terangnya
Ia menambahkan, PDAM Brebes perlu menggenjot berbagai hal. Yakni dengan mencari sumber mata air baru sebagai air baku, berupa mata air, sumur dalam, dan pengolahan, sebenarnya di Kabupaten Brebes banyak sumber air baku, seperti sumber air Mata air di pegunungan Sirampog, Bantarkawung dan Salem.
"Sumber air terbesar dari pembelian di SPAM regional Bregas, pengolahan sungai di Kedungtukang dan sumur dalam diberbagai tempat," paparnya
Sementara Karmai juga menjelaskan, banyak kemungkinan eksplorasi mata air di pegunungan Salem, Bantarkawung dan Sirampog serta pengolahan air laut dan sumur dalam tetapi masih terkendala klasik yakni persoalan dana.Kalau kita sudah mendapatkan air baku, maka penyebaran distribusi air bisa merata, kebutuhan air baru menjangkau 16 Kecamatan. Kecamatan Bulakamba sama sekali belum menikmati air produk PDAM.
Terkait permasalahan harga jual di PDAM Brebes, dipatok tarif dasar Rp 3000 dengan harga rata rata perkubik Rp 4000. Dari situ didapat keuntungan perkubik hanya Rp 1000.
Direktur Utama Perumda Air Minum Denpasar Ida Bagus Gede Arsana ST menjelaskan, awalnya, PDAM Kota Denpasar didirikan melalui Perda Kota Denpasar No 20 tahun 1995. Kemudian di berubah menjadi Perumda disesuaikan dengan Perda 16 th 2002 tentang Pendirian Perumda, dan diubah lagi dengan Perda no 3 th 2009.
Di Denpasar tingkat kehilangan air (kebocoran) mencapai 36,10 persen. Mencakupi 4 kecamatan, 43 desa kelurahan dengan konsumsi 131 liter/orang/hari.
Visi yang diemban, ingin menjadi perusahaan yang sehat dengan pelayanan prima. Perumda mengandalkan DAS Sungai Ayung dengan debit 1.050 perdetik. Juga didapatkan dari air permukaan di instalasi pengolahan air Belusung dan Waribang, air tanah dalam sebanyak 18 sumur bor, pembelian air ke PDAM Badung, Gianyar dan Sarbagita Petanu, Penet.
"Dari berbagai sumber air tersebut, mampu produksi total sebanyak 1.253,51 liter/detik. Sementara kebutuhan air 1.368,00 liter per detik, sehingga kekurangan air 114,49 liter per detik.
Selanjutnya Arsana menguraikan, pihaknya selalu melakukan Inovasi, antara lain pembayaran rekening melalui bank- bank, website, sms pasti (pengaduan, stan meter, tagihan, pelayanan pengaduan melalu Pro Dps yang terintegrasi dengan simpel (sistem informasi pelayanan), Sms broadcast info biaya sambungan baru, aplikasi My Ilalang, Sidap (sistem informasi distribusi air bersih, pembacaan water meter dengan handpone. (***)








