Walikota Santoso Memberikan Sambutan Arahan di Acara Dialog Pembauran Kebangsaan (foto: Faisal NR / Klikwarta.com)
Klikwarta.com | Kota Blitar - Walikota Blitar Santoso menyebut kota Blitar merupakan daerah di Indonesia yang mengisyaratkan sebagai Dapur Nasionalisme.
Dikatakan Dapur Nasionalisme, Walikota Santoso beranggapan kota Blitar sebagai tempat disemayamkannya pendiri bangsa, Proklamator sekaligus Presiden pertama Republik Indonesia Ir. Sukarno, yang mana Sukarno atau Bung Karno merupakan simbol tokoh yang cinta dan mengilhami nasionalisme kebangsaan Indonesia.
"Kota Blitar sebagai dapurnya nasionalisme karena disemayamkan seorang tokoh founding father penggali Pancasila Insinyur Sukarno. Seorang tokoh penggali Pancasila, pendiri bangsa ini. Tidak berlebihan harapan dari Pemkot Blitar, bagaimana FPK yang ada di Kota Blitar, mampu menjadi pelopor dari daerah-daerah lain untuk bisa menyatukan seluruh etnis yang ada di Indonesia," kata dia saat membuka acara Dialog Pembauran Kebangsaan dengan tema 'Dinamika Pembauran Kebangsaan di Kota Blitar, Kemarin, Hari Ini Dan Esok', di pelataran Amphitheater Perpustakaan Proklamator Bung Karno, Rabu (22/07/2020).
Melalui kegiatan itu, Walikota Santoso mengapresiasi Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Blitar yang sudah menunjukkan diri sebagai pelopor penyatuan lintas etnis di Indonesia khususnya di kota Blitar. Apa yang dilakukan FPK, menurutnya juga sebagai kontribusi kerukunan kebangsaan ditengah kondisi perbedaan.
"Perbedaan itu adalah keniscayaan justru di tengah-tengah perbedaan itu bagaimana kita mampu menjalin kebersamaan. Satu kekuatan sehingga banyak contoh-contoh yang dilakukan oleh Presiden Sukarno," ulasnya.
"Alhamdulillah, berkat ajaran-ajaran Bung Karno tentunya bisa dijadikan modal yang kuat bagaimana membangun sinergitas, kegotongroyongan dan kebersamaan. Sekalligus bangsa Indonesia ini terdiri dari berbagai etnis dan suku, tetapi masih mampu menggalang kekuatan untuk menangkal segala macam hambatan, tantangan dan ancaman serta gangguan terhadap eksistensi NKRI," imbuhnya.
Informasi lebih lanjut, acara dialog pembauran kebangsaan itu dihelat atas kerjasama FPK Kota Blitar bersama Bakesbangpol-PBD Kota Blitar dan Perpustakaan Proklamator Bung Karno Kota Blitar.
Pemrakarsa acara menghadirkan narasumber dari FPK Kota Blitar, Sosiolog serta dihadiri 60 peserta dari perwakilan suku dan etnis millenial se- kota Blitar.
(Pewarta : Faisal NR / Adv)








