Tiga Pelaku Pemerkosaan Asal Magelang Diancam 12 Tahun Penjara

Jumat, 14/01/2022 - 18:29
Konferensi Pers dipimpin Kapolres Magelang, AKBP Mochammad Sajarod, didampingi Kasatreskrim Magelang AKP M. Alfan Armin dan Kasi Humas AKP Abdul Muthohir.
Konferensi Pers dipimpin Kapolres Magelang, AKBP Mochammad Sajarod, didampingi Kasatreskrim Magelang AKP M. Alfan Armin dan Kasi Humas AKP Abdul Muthohir.

Klikwarta.com, Magelang – Mengawali Tahun 2022, Polres Magelang di gemparkan oleh seorang Santriwati dari sala satu Pondok Pesantren (Ponpes) di Kabupaten Magelang Jawa Tengah yang menjadi korban pemerkosaan oleh tiga (3) orang. 

Hasil ungkap kasus itu, disampaikan Polres Magelang, lewat konferensi Pers yang berlangsung di Loby Mapolres Magelang, Jumat (14/1/2022). Konferensi Pers dipimpin Kapolres Magelang, AKBP Mochammad Sajarod, didampingi Kasatreskrim Magelang AKP M. Alfan Armin dan Kasi Humas AKP Abdul Muthohir.

"Kasus Pemerkosaan terjadi pada Hari Minggu 2 Januari 2022 sampai dengan Rabu 5 Januari 2022 di Rumah Tersangka NI, Ds Wonoroto Kecamatan Windusari Kabupaten Magelang", jelas Mochammad Sajarod.

"Modus para tersangka, awalnya mengajak korban untuk bermalam, kemudian mencekoki korban dengan miras, lalu menyetubuhi korban sambil mengancam serta mengikat korban dengan tali", tambahnya dalam Konferensi Pers.

Tiga tersangka tersebut, yaitu PA, NI dan seorang pelajar berusia 15 tahun asal Kabupaten Magelang. Korban seorang Santriwati salah satu Ponpes di Kabupaten Magelang, inisial ADP usia 19 tahun. Alamat Kecamatan Sendang Agung Kabupaten Lampung Tengah, kata Kapolres Magelang.

Lanjut Kapolres, berdasarkan hasil pemeriksaan, kejadian bermula, Minggu 2 Januari 2022, sekira pukul 12.00 WIB. Saat itu Korban dan tersangka PA janjian bertemu di lampu merah Bandongan. Kemudian menuju ke rumah Tersangka NI dan bermalam di sana. Saat di rumah Tersangka NI, korban dicekoki miras oleh para tersangka hingga mabuk, lalu korban tidur di dalam kamar.

Hari berikutnya, Senin 3 Januari 2022, sekira Pukul 12.00 WIB, Tersangka NI masuk ke dalam kamar tempat korban tidur. Kemudian Tersangka NI menyetubuhi korban sembari mengancam akan dibunuh jika tidak mau disetubuhi. Masih pada hari yang sama, sekira pukul 15.00 WIB, Tersangka PA juga menyetubuhi korban sambil mengancam apabila tidak mau akan dipukul. Berlanjut sekira pukul 19.30 WIB, salah satu tersangka yang masih dibawah umur juga menyetubuhi korban sambil mengikat korban dengan tali rafia. Perbuatan Tiga tersangka itu terus dilakukan sampai 5 Januari 2022.

Terungkapnya kasus ini, kata Kapolres, karena keluarga korban mengetahui bahwa korban pergi dari Ponpes, keluarga korban berusaha mencari tersangka PA, kemudian keluarga korban meminta bantuan perangkat Desa tempat tinggal tersangka PA. Pada Kamis 6 Januari 2022, warga mengamankan korban serta tersangka PA dan tersangka yang masih dibawah umur. Mereka lalu dibawa ke rumah perangkat desa.

Selanjutnya para tersangka dibawa ke Polres untuk diperiksa lebih lanjut. Se.entara korban dibawa ke RSUD Merah Putih untuk mendapatkan perawatan.

"Polres Magelang menyita barang bukti diantaranya, pakaian milik para tersangka, pakaian milik korban, satu buah tikar, satu utas tali rafia, botol miras kosong merk Vodka Mansion House, 1 buah gelas, 1 unit Handphone milik tersangka PA dan 1 buah Handphone milik korban. Akibat perbuatannya, para tersangka dikenakan Pasal 285 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara", demikian AKBP Mochammad Sajarod.

(Pewarta : Peni Kusumawati)

Related News