Usai Kritik Prabowo Subianto, Gerindra Jatim Sebut Mantan Presiden PKS Tendensius

Sabtu, 07/05/2022 - 21:15

Klikwarta.com, Jawa Timur - DPD Partai Gerindra Jawa Timur langsung memberi balasan kepada mantan Presiden PKS, Tifatul Sembiring setelah mengkritik Prabowo Subianto. Ketua DPD Gerindra Jawa Timur Anwar Sadad menilai pernyataan Tifatul Sembiring mencerminkan kegagapan berbangsa dan bernegara. Sadad menilai membangun silaturahmi dengan semua elemen sangat penting demi menjaga persatuan NKRI dan memecahkan permasalahan bangsa.

“Statemen Pak Tifatul saya nilai tendensius dan ahistoris, serta menunjukkan kegagapannya dalam berbangsa dan bernegara Indonesia,” kata Sadad, Sabtu Sabtu (7/5/2022).

Menurut Sadad, Prabowo Subianto bersilaturahmi ke tokoh-tokoh agama menunjukkan kalau Ketua Umum (Ketum) Gerindra, Prabowo Subianto adalah seorang nasionalis sejati.

“Apa yang dilakukan oleh Pak Prabowo dengan bersilaturahim kepada tokoh nasionalis dan tokoh agama di hari-hari pertama lebaran tandanya mengerti bahwa sejatinya itulah Indonesia,” tegas pria yang juga Wakil Ketua DPRD Jatim itu.

Anggota DPRD Jatim empat periode itu mengingatkan kepada Tifatul, bahwa Indonesia dibangun atas dasar keberagaman, kemajemukan dan menjunjung rasa toleransi yang tinggi.

“Karena sesungguhnya negara ini dibangun di atas konsensus bersama oleh tokoh-tokoh bangsa dengan latar belakang nasionalis dan agama,” terangnya.

Anwar Sadad menyebut maneuver politik PKS yang mendukung Prabowo Subianto di Pilpres 2019 lalu juga membuahkan hasil positif, berupa keuntungan elektoral.

“Pak Tifatul juga naif karena menganggap urusan presidency itu urusan pribadi Prabowo. Dia mengabaikan fakta bahwa ada 26,5 persen rakyat Indonesia yang menginginkan Prabowo menjadi Presiden,” ungkapnya.

Sadad membeberkan bahwa fakta 26,5 persen rakyat Indonesia yang menginginkan Prabowo menjadi Presiden merupakan hasil survei Litbang Kompas beberapa waktu lalu. Artinya ada 74 juta rakyat yang ingin dipimpin oleh Presiden Prabowo. "Itu jumlah yang tidak sedikit lho,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang berkunjung ke kediaman Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan sowan ke Presiden Joko Widodo saat lebaran dikritisi mantan Presiden PKS, Tifatul Sembiring. Tifatul menilai Prabowo membunuh sendiri masa keemasannya.

“You have killed your golden time,” kata Tifatul Sembiring lewat akun Twitter pribadinya, Jumat (6/5/2022).

Menteri Komunikasi dan Informatikan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini menyebut bahwa peluang emas Prabowo ada pada Pilpres 2019 lalu. Sebab kala itu dukungan dari umat Islam mengalir sangat deras. Namun kini, amanah itu serasa dipermainkan. Tepatnya setelah Prabowo justru menerima tawaran menjadi menteri yang diberikan sang rivalnya, Jokowi.

“Amanah itu serasa 'dipermainkan'. Kita lihat sikap umat kepada anda (Prabowo) di tahun 2024 nanti,” tutupnya.

(Pewarta: Supra)

Related News