Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, memberi sambutan pembuka pada KOREA-ASEAN K-Content Bizweek 2026 di The Ritz-Carlton, Jakarta, Selasa (28/7/2026)
Klikwarta.com, Jakarta - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, menyampaikan bahwa _KOREA-ASEAN K-Content Bizweek 2026_ menjadi forum strategis yang mempertemukan industri konten Korea dengan talenta ekonomi kreatif Asia Tenggara.
Acara ini sekaligus menjadi tindak lanjut penjajakan kolaborasi strategis Indonesia dan Korea Selatan di subsektor film dan musik yang sebelumnya telah dibahas dalam audiensi Kementerian Ekraf bersama Korea Creative Content Agency (KOCCA) pada 15 Januari 2026.
Menurut Irene, besarnya pasar, tingginya kreativitas, serta pesatnya konsumsi digital menjadikan Indonesia tidak hanya sebagai target pasar, tetapi juga mitra strategis dalam menciptakan karya dan inovasi bersama.
"Melalui kolaborasi lisensi, co-branding, co-production animasi, hingga kemitraan distribusi, kita dapat mentransformasi kekayaan intelektual menjadi aset bisnis yang memiliki nilai ekonomi secara berkesinambungan bagi para kreator regional," ujar Irene dalam sambutan pembuka KOREA-ASEAN K-Content Bizweek 2026 di The Ritz-Carlton, Jakarta, Selasa (28/7).
Pada kesempatan tersebut, Irene juga menyampaikan bahwa ekonomi kreatif Indonesia terus menunjukkan tren positif sebagai salah satu pilar utama perekonomian nasional. Dalam satu dekade terakhir, nilai tambah sektor ini tumbuh 119 persen hingga mencapai sekitar USD85 miliar atau berkontribusi 6,9 persen terhadap PDB nasional pada 2024. Pertumbuhan tersebut turut didukung oleh penyerapan lebih dari 26 juta tenaga kerja kreatif serta peningkatan nilai ekspor ekonomi kreatif sebesar 67 persen, terutama dari subsektor film, animasi, gim, dan musik.
Menurut Irene, penguatan ekosistem konten berbasis Kekayaan Intelektual (KI) sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 37 Tahun 2026 tentang Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) 2026–2045 yang disahkan Presiden Prabowo Subianto pada 2 Juli 2026. Melalui pilar strategis Ekraf Kaya, Rindekraf mendorong komersialisasi KI melalui kolaborasi dengan berbagai mitra, termasuk platform seperti KOREA-ASEAN K-Content Bizweek 2026, untuk memperluas akses kreator Indonesia ke pasar global.
"Pemerintah Indonesia berkomitmen penuh untuk memfasilitasi pelindungan hak cipta dan pengembangan model bisnis kekayaan intelektual agar karya para kreator lokal mampu bersaing di tingkat internasional. Kami juga berharap forum ini dapat terus mempererat kolaborasi bisnis dan diplomasi budaya demi melahirkan inovasi-inovasi baru dan kolaborasi bisnis, serta budaya yang erat,” jelas Irene.
KOREA-ASEAN K-Content Bizweek 2026 merupakan acara pertemuan bisnis (_business matching_) tahunan yang diinisiasi oleh _Korea Creative Content Agency_ (KOCCA) Indonesia sejak 2021. Forum ini bertujuan mempertemukan para pelaku industri kreatif asal Korea Selatan dengan mitra strategis dari negara-negara ASEAN seperti Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, serta Australia di sektor penyiaran, animasi, gim, konten imersif, dan webtoon.
Acara ini diselenggarakan di Jakarta selama 3 hari, yaitu pada tanggal 28–30 Juli 2026. Pada penyelenggaraan sebelumnya, platform ini memfasilitasi 686 pertemuan bisnis dari 143 perusahaan, termasuk 35 perusahaan Korea dan 108 buyers dari Indonesia, Singapura, Malaysia, Filipina, dan Australia. Acara ini menghasilkan nilai konsultasi bisnis mencapai 21,4 juta dolar AS serta kesepakatan kontrak sebesar 6,24 juta dolar AS.
"Sesuai dengan tema "The Place Where Korean Content Meets Its Next Partner", melalui acara ini KOCCA berkomitmen untuk terus menghadirkan ruang kolaborasi pertukaran konten dua arah yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di kawasan regional secara berkelanjutan. Semoga sesi bersama ini dapat menjadi peluang berharga untuk mengembangkan bisnis kita bersama," tutur Regional Director KOCCA Indonesia, Shin Hwa Beom.
Turut mendampingi Wamen Ekraf dalam agenda forum bisnis ini Direktur Pengembangan Fasilitasi Kekayaan Intelektual, Muhammad Fauzy. (**)








