Emil Dardak Kembalikan Formulir, Siap Kembali Nakhodai Demokrat Jatim

Jumat, 21/08/2026 - 13:51
- Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak secara resmi mengembalikan formulir pendaftaran calon Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur. Penyerahan dilakukan di Kantor DPD Partai Demokrat Jatim

- Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak secara resmi mengembalikan formulir pendaftaran calon Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur. Penyerahan dilakukan di Kantor DPD Partai Demokrat Jatim

Klikwarta.com, Surabaya - Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak secara resmi mengembalikan formulir pendaftaran calon Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur. Penyerahan dilakukan di Kantor DPD Partai Demokrat Jatim, Kamis (20/8/2026) malam, dan menjadi sinyal kesiapannya melanjutkan kepemimpinan partai berlambang bintang mercy di Jatim untuk periode 2026-2031.

Hadir mendampingi, puluhan Ketua DPC Demokrat se-Jatim, anggota Fraksi Demokrat DPRD Jatim dan DPRD Kota Surabaya, serta sejumlah politisi senior dan kader muda.

Sebagai petahana, Emil menegaskan pencalonannya bukan sekadar soal jabatan. Baginya ini adalah kelanjutan tanggung jawab yang sudah diemban.

“Sebagai petahana, saya juga bertanggung jawab memastikan kepanitiaan Musda berjalan profesional dan independen. Mudah-mudahan Musda VII pada 29 Agustus 2026 nanti lancar,” ujarnya.

Emil menyebut Musda VII sebagai momentum konsolidasi. Tahun ini Partai Demokrat memasuki usia 25 tahun atau seperempat abad pengabdian.

Ia menuturkan jejak panjang partai tersebut, mulai dari satu dekade kepemimpinan Presiden SBY, kader-kader di eksekutif dan legislatif, hingga kiprah di Jawa Timur. 

“Di konteks Pemprov Jatim, ada Pakde Karwo sebagai Gubernur dari kader Demokrat. Saat ini bersama partai koalisi dan kepercayaan Ibu Khofifah, Demokrat juga menjadi bagian dari Pemprov Jatim,” bebernya.

Di level nasional, lanjutnya, Ketum AHY kini dipercaya Presiden Prabowo sebagai Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan. 

“Keberadaan kader Demokrat di pemerintahan bukan formalitas. Ini wujud kepercayaan yang harus dijaga dengan kerja nyata di lapangan,” tegas Emil.

Suami Arumi Bachsin ini menyatakan siap bergerak bersama seluruh kader. Ia juga terbuka menerima masukan dan kritik dari internal maupun eksternal.

“Saya siap bersama rekan-rekan di perahu besar Partai Demokrat. Kita harus jadi partai yang setia pada nilai-nilai perjuangan rakyat,” ucapnya.

Emil mengaku terhormat karena proses pencalonannya lahir dari komunikasi langsung dengan para Ketua DPC, serta supervisi dari DPP. 

“Dengan kerendahan hati kami akui masih ada kekurangan. Tapi dengan kesabaran dan semangat menyongsong masa depan yang lebih baik, kami mantap melangkah mengikuti Musda VII,” katanya.

Ia menekankan kepemimpinan ke depan akan berbasis kolektif kolegial. Setiap keputusan strategis akan dibahas bersama seluruh Ketua DPC melalui forum musyawarah.

“Sudah bulat, kita kelola partai ini secara kolektif kolegial. Sejalan dengan cita-cita para pendiri Partai Demokrat,” jelas Emil.

Pencalonan kembali dirinya, menurut Emil, juga merupakan hasil refleksi periode sebelumnya. Ia menilai di bawah kepemimpinan AHY arah Demokrat sudah baik bagi pengabdian kepada bangsa, sehingga perlu dilanjutkan di tengah dinamika politik nasional.

Selain konsolidasi internal, Emil menyoroti pentingnya penguatan struktur hingga tingkat anak ranting agar partai lebih responsif. 

Ia mencontohkan peran kader dalam membantu warga yang kesulitan akses layanan kesehatan dan program bantuan yang belum tepat sasaran.

Isu kekeringan di sejumlah wilayah Jatim juga menjadi perhatian. Menurutnya penanganan harus serius dan berkelanjutan, bukan hanya saat mendekati hajatan politik.

“Partai harus hadir di tengah masyarakat, memahami kebutuhan yang berbeda di tiap daerah. Strateginya tidak bisa disamaratakan. Energi kita harus selalu baru untuk menghadapi tantangan ke depan,” pintanya.

Terkait struktur kepengurusan DPD mendatang, Emil menyebut prosesnya akan mengikuti mekanisme formatur sesuai AD/ART.

“Itu bertahap. Sekarang fokus Musda dulu, tidak boleh mendahului. Untuk KSB nanti ada formatur dan DPP juga bagian di dalamnya,” pungkas pria murah senyum itu. (**) 

Berita Terkait