FK Prestalindo Jawa Tengah Bersama BPBN dan PWO Kendal
Klikwarta.com, Semarang - FK Praktisi Lingkungan Hidup Indonesia (Prestalindo) Jawa Tengah bersama DPW I Barisan Patriot Bela Negara (BPBN) dan Perkumpulan Wartawan Online (PWO) Kabupaten Kendal, akan menggelar bakti sosial (Baksos) spektakuler di Gunungsari Ngesrep Balong Limbangan Kendal, 27 Februari 2022, mendatang. Mengusung tema, "Gerakan Relawan Jawa Tengah Gotong Royong Bakti Sosial Untuk Kendal Sejahtera Menunju Indonesia Makmur".
Kegiatan ini rencananya akan dihadiri Menteri Pariwisata Sandiaga Salahuddin Uno, Menteri Lingkungan Hidup Siti Nurbaya, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Kapolda, Pangdam dan Forkopimda Kabupaten Kendal.
Tak hanya di Kendal, Prestalindo juga akan kembali menggelar acara di Cilacap, pada 20 Maret 2022 mendatang dan dihadiri Presiden Jokowi. Kegiatan spektakuler FK Prestalindo tersebut, sudah direncakan dan dipersiapkan sejak dua tahun lalu. Ini bukan giat pertama kali Prestalindo.
Berikut rangkaian acara yang akan diselenggarakan sebagai berikut;
1. Penanaman dan pembagian 300. 000 bibit secara gratis.
2. Bersih bersih lingkungan dan pencanangan desa bersih sampah.
3. Pelepasan burung 1000 ekor.
4. Khitan modern super ring untuk 200 anak, gratis.
5. Perawatan luka kulit 200 orang gratis.
6. Pembentangan bendera Merah Putih sepanjang 1000 m.
7. Pameran UMKM.
8. Bimbingan teknis bisnis budidaya tanaman Stevia di Indonesia.
9. Gowes (Sepeda santai)
Direktur FK Prestalindo Jawa Tengah, Ir. Supiyat Nasir, BBA, menyampaikan, "Kami ingin semua masyarakat peduli akan lingkungan. Lingkungan yang bersih dengan membudayakan membuang sampah pada tempatnya".
Tak hanya itu, Supi juga ingin masyarakat mensosialisasikan tanaman stevia sebagai salah satu komoditi ketahanan pangan. Menginovasi desa dengan mengoptimalkan peluang yang ada sesuai kearifan lokal.
"Selain itu kami juga ingin mendongkrak kemampuan serta aset daerah agar lebih berdayaguna dan berhasil guna. Memanfaatkan lahan dan potensi lainnya agar lebih produktif, sehingga dapat meningkatkan pendapatan bagi masyarakat", kata Supi, Minggu (13/2/2022).
"Semoga apa yang menjadi program kami dapat terlaksana dengan lancar, kami juga akan melakukan kegiatan secara berkala, merata dan kami berharap pemangku wilayah sebagai penentu kebijakan dapat bersinergi dengan kami", harap Supi.
Sementara, Kepala Bidang Kesehatan, Quartila Daryati, menambahkan, terkait Khitan modern, saat ini pihaknya telah menemukan metode paling hit yaitu super ring. Keunggulannya adalah nyaman dan ramah dengan anak.
"Kalau yang dulu rasa sakitnya sangat tinggi sehingga menimbulkan trauma pada anak, tapi dengan menggunakan metode super ring, tidak menggunakan jarum suntik ataupun jahit. Setelah sunat anak-anak bisa langsung bermain, renang dan bersekolah. Anak tidak perlu takut untuk khitan dan orang tua pun tidak repot untuk merawatnya", terang Daryati.
Alat tersebut, kata dia, berasal dari Amerika dengan nano spray yang disemprotkan ke leher penis d anak dengan tekanan tinggi. Sehingga tidak menimbulkan nyeri.
"Pelaksanaan sekitar 5 menit. Di sini kami ingin mengkampanyekan metode king Ring yang sangat minim nyeri dan pendarahan, agar anak-anak tidak takut untuk khitan", pungkasnya.
Terpisah, Ketua DPW I BPBN Jawa Tengah, Harna Gatot, menerangkan, bakti sosial yang akan diselenggarakan FK. Prestalindo, digawangi Ir. Supiyat Nasir, BBA. Tentu ini sangat menginspirasi kita untuk selalu mencintai lingkungan. Acara ini tidak hanya di Kendal tetapi juga akan digelar di Cilacap.
"Kami berharap kepada seluruh elemen masyarakat yang cinta Indonesia akan mendukung setiap upaya Prestalindo untuk melaksanakan bakti sosial ini yang muaranya adalah untuk kepentingan masyarakat", tutup Harna Gatot.
Suroto Anto Saputro, Ketua PWO Kabupaten Kendal, tak lupa mengucapkan terima kasih kepada Direktur Prestalindo Jawa Tengah atas kepercayaannya terhadap PWO Kendal, guna dilibatkan dalam kegiatan bakti sosial.
"Semoga hubungan kemitraan dan kerjasama kita bisa berjalan dengan baik, sesuai dengan harapan", demikian Suroto.
Pewarta : Peni Kusumawati








