Gebyar Lomba dan Talenta Siswa 2026, Wujudkan Pembelajaran Bermakna dan Menggembirakan

Minggu, 10/05/2026 - 19:27
Gebyar Lomba dan Talenta Siswa 2026

Gebyar Lomba dan Talenta Siswa 2026

Klikwarta.com, Kota Tangerang, Banten, 10 Mei 2026 -  Perlombaan dan ajang talenta merupakan bagian penting dari pembelajaran bermakna (meaningful learning) yang memberi ruang bagi peserta didik untuk belajar dari pengalaman nyata, disiplin, serta kerja sama tim. Pengalaman tersebut diyakini akan membekas lebih lama dibandingkan sekadar hafalan di ruang kelas. Semangat itulah yang melandasi penyelenggaraan Gebyar Lomba dan Talenta Siswa Tahun 2026 sebagai implementasi _Pedagogical Infrastructure_.

_Pedagogical infrastructure_ atau infrastruktur pedagogik dimaknai sebagai bentuk penguatan kualitas pembelajaran melalui penguatan kompetensi guru, pembelajaran yang lebih bermakna dan menggembirakan bagi murid, serta digitalisasi pendidikan. Adapun peningkatan kompetensi guru diwujudkan melalui berbagai macam pelatihan. 

Gebyar Lomba dan Talenta Siswa jenjang SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKh) menjadi wadah aktualisasi prestasi non-akademik peserta didik. Kegiatan ini mengusung tema “Bergerak Bersama Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa kegiatan seperti ini merupakan bagian penting dari pendidikan yang utuh dan menyenangkan.

“Suasana lomba yang meriah dan penuh semangat adalah wujud joyful learning. Anak-anak belajar dengan bahagia, tanpa tekanan dan ketakutan. Ini sejalan dengan prinsip deep learning yang kami terapkan melalui Peraturan Menteri Nomor 13 Tahun 2025 tentang Kurikulum pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah,” ujar Mendikdasmen di hadapan ribuan peserta dari delapan kabupaten/kota di Provinsi Banten yang hadir di Benteng Stadium, Kota Tangerang, Sabtu (9/5).

.

Dalam kesempatan tersebut, Mendikdasmen mengapresiasi peran guru dan pelatih yang berada di balik keberhasilan para peserta didik dalam berkompetisi. Menurutnya, capaian prestasi siswa menjadi bukti nyata penguatan kompetensi guru yang terus dilakukan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui berbagai program pelatihan, termasuk pelatihan pembelajaran mendalam yang telah diikuti oleh 186 ribu pendidik dan 52 ribu kepala sekolah di seluruh Indonesia.

“Setiap anak memiliki bakat, potensi, dan kemampuan yang berbeda-beda. Kita semua harus senantiasa saling menghormati dan memuliakan sesama. Mari Bapak/Ibu guru dan para pengambil kebijakan, kita dampingi anak-anak kita mengembangkan bakat dan minatnya,” tutur Abdul Mu’ti.

Ia pun memberikan semangat kepada seluruh peserta lomba agar tampil percaya diri dan menjunjung sportivitas. “Selamat kepada para peserta yang terpilih dan mewakili sekolahnya masing-masing. Selamat menampilkan performa terbaik. Kalian semua adalah juara,” ucapnya.

Senada dengan hal tersebut, Gubernur Banten, Andra Soni, menekankan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari penguasaan kompetensi akademik seperti Tes Kompetensi Akademik (TKA), tetapi juga dari kemampuan peserta didik dalam mengaktualisasikan minat, bakat, dan potensinya sebagai talenta unggul bangsa. “Saya meyakini, anak-anak dengan segala potensinya memiliki keistimewaan. Kegiatan hari ini menjadi ruang aktualisasi seluruh peserta didik untuk menghidupkan potensi terbaik,” ujarnya.

Andra juga berpesan kepada seluruh peserta untuk terus mengembangkan kemampuan diri dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas dan karakter. “Kepada seluruh murid, selamat mengikuti Gebyar Lomba dan Talenta. Tunjukkan kemampuan terbaik, junjung sportivitas, dan jadilah generasi yang unggul dalam prestasi, kuat dalam karakter, dan tangguh menghadapi tantangan masa depan,” pesannya.

Pembukaan Gebyar Lomba Talenta Siswa 2026 ditandai dengan defile kontingen dari delapan kabupaten dan kota di Banten yang diiringi penampilan seni budaya pelajar. Salah satu peserta defile, Kepala SMKN 1 Pandeglang, M. Juwayni menilai acara ini sangat bagus untuk mewadahi potensi dan talenta para murid. 

.

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi Banten juga memberikan penghargaan kepada sejumlah siswa berprestasi yang telah mengharumkan nama daerah dan Indonesia di tingkat internasional. Mereka adalah Rayno Fathir Qurniawan, Rakha Arkana Hanania, Rafi Rahmat Dihatjo, Virgia Kamaluna Nusrullah, Zahra Putri Nursya’bani, dan Neyla Ghina Husnaini dari SMAN CMBBS Provinsi Banten yang berhasil meraih medali emas pada International Science Fair (YISF) 2026.

Mewakili timnya, Rayno menyampaikan rasa syukur atas apresiasi yang diterima. Timnya berhasil mengembangkan riset pemanfaatan limbah minyak goreng atau minyak jelantah yang dikombinasikan dengan minyak atsiri kencur menjadi biodiesel yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Penelitian tersebut dinilai mampu menghadirkan solusi konkret terhadap persoalan limbah rumah tangga sekaligus menjawab tantangan energi berkelanjutan melalui pemanfaatan sumber daya lokal bernilai tinggi.

Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada Rash Asyari Amyris Thalib dari SMKN 1 Kota Tangerang yang meraih medali emas pada ajang International World Skills Network System Administration (IT–NSA) 2025, serta Fadly Rizki Hiwarani dari SMAN 1 Kota Tangerang yang memenangkan medali emas pada kejuaraan Pencak Silat Seni Ganda Putra Abu Dhabi Championship 2025. Para penerima penghargaan mendapatkan sertifikat dan uang pembinaan dari Pemerintah Provinsi Banten.

Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Maria Veronica Irene, yang turut mendampingi Mendikdasmen, menyampaikan apresiasinya terhadap capaian para murid Banten dalam berbagai ajang kompetisi nasional maupun internasional.

“Saya ucapkan selamat kepada anak-anak dan bangga atas prestasi mereka yang mengharumkan nama Indonesia. Saya juga mengapresiasi perhatian Pemprov Banten yang menunjukkan kepeduliannya yang tinggi terhadap pembangunan dan pembinaan talenta di Provinsi Banten,” tutup Maria Veronica Irene.

(Kontributor : Arif)

Berita Terkait