Dampak Positif Kenaikan Harga Plastik, Brida Jatim Siapkan Policy Brief

Sabtu, 11/04/2026 - 21:07
Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Jatim, Andriyanto

Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Jatim, Andriyanto

Klikwarta.com, Surabaya - Kenaikan harga plastik imbas perang Iran-Israel ternyata membawa hikmah positif di sektor kesehatan dan lingkungan. Mahalnya plastik justru bisa meminimalisir kontaminasi bahan berbahaya dari plastik ke makanan.

“Plastik itu sulit terurai. Ketika bersentuhan dengan makanan panas, plastik memunculkan dioksin. Dioksin kalau masuk ke dalam tubuh tidak bisa dicerna dan tidak bisa dibuang, sehingga bisa memunculkan penyakit kanker,” ujar Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Jatim, Andriyanto, Jumat 10 April 2026.

Menurutnya, sisi bahaya plastik tidak hanya berkaitan dioksin saja. Pembakaran sampah plastik juga menghasilkan asap beracun.

“Kalau kita menghirup asapnya saja itu juga tidak bagus, karena kalau masuk ke dalam tubuh tidak bisa dicerna,” tuturnya.

Dari sisi lingkungan, sampah plastik yang dibuang ke tanah juga menghambat penyerapan yodium. Dampaknya, tanaman yang tumbuh di tanah tersebut berpotensi kekurangan yodium. 

“Kalau dikonsumsi manusia, dia akan menderita gangguan akibat kekurangan yodium yang ditandai dengan gondok. Itu berimplikasi beberapa tahun kemudian dia akan melahirkan anak dengan kondisi tingkat IQ relatif lebih rendah daripada normal,” paparnya.

Dengan naiknya harga plastik dinilai bisa mendorong masyarakat kembali ke bahan pembungkus alami. seperti daun pisang, atau daun jati.

Andriyanto menyayangkan saat ini tempe banyak dibungkus plastik, padahal prosesnya panas. Ia berharap pengusaha tempe tetap menggunakan bungkus seperti dulu, dibungkus daun pisang, daun jati. Bukan plastik.

 “Kalau dibungkus plastik maka muncul dioksin. Kalau dikonsumsi terutama anak-anak kita menjadi tidak baik. Makanya bagaimana inovasi ini penting,” katanya.

Ia menambahkan, makanan yang biasanya dibungkus plastik diganti daun pisang atau daun jati justru lebih sehat.

 “Ini menjadi salah satu hikmah plastik meningkat dalam sisi kesehatan. Kita bisa meminimalisir kontaminasi plastik dengan makanan dan meminimalisir gangguan kesehatan akibat plastik,” tegasnya.

Meski tidak menguasai detail teknis, ia meyakini banyak bahan pengganti plastik yang lebih aman bagi kesehatan. “Ada banyak, atau apapun yang mirip plastik yang bisa dijadikan bahan dasar bukan plastik. Dalam kacamata kesehatan itu semakin bagus,” ujarnya.

Menanggapi fenomena ini, Brida Jawa Timur berencana menyusun policy brief untuk merumuskan kebijakan yang tepat.

 “Nanti insya Allah Brida Jawa Timur akan memberikan sebuah policy brief semacam analisis nanti kebijakan-kebijakan apa yang paling tepat untuk di Jawa Timur di dalam melihat fenomena harga plastik yang tinggi,” pungkasnya. (*)

Tags

Berita Terkait