Pembayaran Manfaat dari Klaim Program BPJamsostek Semester II Capai Rp 42 Triliun, Bidik Perluasan Kepesertaan

Senin, 24/08/2026 - 19:44
Dirut BPJamsostek Saiful Hidayat, Senin (24/08/2026). (Foto : ist.)

Dirut BPJamsostek Saiful Hidayat, Senin (24/08/2026). (Foto : ist.)

Klikwarta.com, Jawa Timur - Direktur Utama (Dirut) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsostek), Saiful Hidayat, menyebut optimalisasi perluasan cakupan perlindungan ketenagakerjaan kepada pekerja musti diatensi serius.

 

Saiful melihat masih terdapat pekerjaan besar yang harus diselesaikan bersama. Salah satu tantangan utama adalah memperluas perlindungan kepada pekerja informal yang masih tercatat sebanyak 13,5 juta sebagai peserta dari potensi 77,8 Juta

 

“Angka tersebut menunjukkan masih besarnya ruang perlindungan yang harus kita jangkau. Tantangannya adalah bagaimana pekerja informal, mulai dari pengemudi, pedagang, petani, nelayan hingga pekerja mandiri, melihat jaminan sosial bukan sebagai beban, tetapi sebagai kebutuhan untuk menjaga dirinya dan keluarganya ketika risiko terjadi,” jelasnya, di hadapan awak media di Kota Malang, Senin (24/08/2026).

 

Melalui pendekatan Value Beyond Protection, BPJS Ketenagakerjaan mendorong agar manfaat perlindungan memberikan dampak yang lebih berkelanjutan bagi pekerja dan keluarganya.

 

Salah satu implementasinya adalah Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian (PEKA) yang telah dilakukan soft launching pada 18 Agustus 2026 secara serentak di 37 provinsi dan 45 titik. Program tersebut ditujukan khususnya bagi peserta dan ahli waris penerima manfaat agar manfaat yang telah diterima tidak berhenti sebagai santunan, tetapi menjadi bekal untuk kembali produktif dan mandiri.

 

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur Irvansyah Utoh Banja mengatakan, tantangan perluasan perlindungan tersebut juga menjadi agenda penting di Jawa Timur.

 

Berdasarkan data per 19 Agustus 2026, dari sekitar 21,06 juta pekerja di Jawa Timur, sebanyak 5,63 juta pekerja tercatat sebagai peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan. Kondisi tersebut menunjukkan masih besarnya ruang untuk memperluas perlindungan kepada pekerja di berbagai sektor.

 

“Karakter pekerja di Jawa Timur sangat beragam. Karena itu, kami membutuhkan kolaborasi banyak pihak agar perlindungan semakin luas dan semakin dekat dengan kebutuhan pekerja,” ujar Utoh.

 

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Blitar, Ahmad Pauzi, menambahkan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Blitar menyatakan dukungannya terhadap upaya memperluas kepesertaan pekerja BPU atau pekerja informal. Menurutnya, masih banyak pekerja informal yang belum memahami pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

 

Pihaknya juga mendukung langkah BPJS Ketenagakerjaan untuk menggandeng media massa dalam memperkuat literasi kepada masyarakat. Media dinilai memiliki peran strategis untuk menyampaikan informasi mengenai manfaat program BPJS Ketenagakerjaan dengan bahasa yang lebih sederhana dan mudah dipahami pekerja informal.

 

"Ini juga menjadi komitmen kami untuk terus mendorong dan memperluas kepesertaan pekerja informal. Kami sangat mendukung kolaborasi dengan media, karena literasi dan edukasi kepada masyarakat harus dilakukan secara masif dan berkelanjutan," ujarnya.

 

"Harapannya, semakin banyak pekerja informal yang memahami manfaatnya dan kemudian secara sadar mendaftarkan dirinya," imbuhnya.

 

BPJS Ketenagakerjaan Blitar juga akan terus membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah, perusahaan, komunitas, serta media untuk memperluas cakupan kepesertaan, khususnya bagi pekerja rentan dan pekerja informal yang belum terlindungi.

Berita Terkait