Sabar AS Tinjau Rehabilitasi Jaringan Irigasi Bandar Gadang Bonjol
Pasaman, Klikwarta.com - Sabar AS, Wakil Bupati Pasaman melakukan peninjauan terhadap proyek rehabilitasi jaringan Irigasi Bandar Gadang Bonjol, Senin (18/10/2021).
Sabar AS turut didampingi Asisten I Pemkab Pasaman, Yasri Uripsah, PUTR, DLHPRKP, bersama pihak rekanan.
Sabar AS mengatakan rehabilitasi jaringan irigasi tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam penanganan abrasi sungai yang kian melebar dalam beberapa waktu terakhir ini.
"Tak sedikit masyarakat mengeluhkan kondisi sungai ini yang terus abrasi bagian kiri-kanan sungai jika debit air membesar. Bahkan tak sedikit lahan pertanian (sawah) masyarakat yang sudah habis akibat digerus arus sungai dan terban. Makanya kita dari pemerintah daerah melakukan penanganan segera lewat pembangunan jaringan irigasi ini," kata Sabar AS.
Sabar AS Wakil Bupati Pasaman mengatakan bahwa bantuan dana untuk rehabilitasi jaringan irigasi permukaan itu bersumber dari pihak Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Project (IPDMIP) luar negeri.
"Alhamdulillah Pemerintah daerah Pasaman menerima dana IPDMIP untuk tahun ini sekitar Rp27 Miliar. Khusus untuk rehabilitasi jaringan Irigasi Bandar Gadang Bonjol dianggarkan senilai Rp5,2 Miliar yang tendernya dimenangkan oleh PT.Sentra Cinintya Indonesia," katanya.
IPDMIP kata dia merupakan program pemerintah di bidang irigasi yang bertujuan untuk mencapai keberlanjutan sistem irigasi, baik sistem irigasi kewenangan pusat, kewenangan provinsi maupun kewenangan kabupaten.
"Upaya ini diharapkan dapat mendukung tercapainya swasembada beras sesuai program Nawacita Pemerintah Indonesia. Daerah Kabupaten Pasaman provinsi Sumatera Barat merupakan salah satu daerah program intervensi IPDMI sejak tahun 2017 hingga 2021 ini," katanya.
Ia meminta pihak rekanan agar menyelesaikan proyek tersebut sesuai target yang telah ditetapkan.
"Pekerjaan ini diharapkan akan memperbaiki luas fungsional irigasi yang sebelumnya tergerus oleh arus sungai, menyebabkan putusnya saluran primer irigasi tersebut dengan cara menyelamatkan luas irigasi dengan membangun dinding penahan disisi sungai yang terdampak," tutupnya.
(Pewarta : Riskal)








