Plt Walikota Blitar Santoso saat memberikan sambutan dalam acara Peluncuran Aplikasi Sidoti
Klikwarta.com, Blitar - Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar menciptakan aplikasi layanan penyedotan tinja secara online. Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Pemkot Blitar menyediakan pelayanan masyarakat penyedotan tinja via aplikasi 'Sidoti' (Sistem Informasi Sedot Tinja Terintegrasi).
Aplikasi Sidoti ini bisa diakses masyarakat Kota Blitar di pusat layanan penyediaan aplikasi via smartphone. Tinggal mengunduh aplikasi Sidoti, masyarakat sudah bisa mengajukan permintaan penyedotan tinja kepada petugas DLH Pemkot Blitar.
"Ini program yang sangat bagus dan patut kita apresiasi ya yang dibuat Dinas Lingkungan Hidup. Artinya masyarakat yang selama ini sudah mampu membuat jamban sehat, tapi belum tahu bagaimana sistem pemasangan septic tank sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Aplikasi ini diciptakan, untuk membantu masyarakat yang septic tank nya sudah lama tidak dikuras, melalui sistem online ini masyarakat sudah bisa dengan mudah untuk menyedot tinja," jelas Plt Walikota Blitar Santoso kepada kliwarta.com saat dihubungi seusai meluncurkan aplikasi Sidoti di IPLT Kelurahan Blitar, Senin (04/11/2019).
Santoso melanjutkan, maksimal pengurasan septic tank itu mestinya dilakukan empat tahun sekali. Masyarakat Kota Blitar cukup membayar jasa penyedotan tinja kepada petugas DLH Pemkot Blitar sebesar Rp 200.000 saja, septic tank sudah kembali bebas tinja.
Sebab, kata Santoso, jika masyarakat kurang peka mengurus sirkulasi septic tank, dikhawatirkan bisa berpengaruh pada kualitas kadar sumber mata air yang tercemar resapan air septic tank yang sudah over kapasitas.
"Memang pada akhirnya ini orientasi pemerintah bagaimana membantu menciptakan kesehatan masyarakat melalui program yang dibentuk DLH ini berupa sistem online, dimana penyedotan tinja bisa dilaksanakan secara terpadu," tukasnya.
(Faisal / Adv)








