Update Hari Ketiga Pascagempa M7,7 NTT, Tim SAR Tetap Siaga

Selasa, 18/08/2026 - 03:39
Distribusi Bantuan untuk Penanganan Darurat Gempa NTT

Distribusi Bantuan untuk Penanganan Darurat Gempa NTT

Klikwarta.com, NTT – Hari ketiga atau Senin (17/8) pascagempa M7,7 tim pencarian dan pertolongan (SAR) masih melakukan penyisiran di lokasi terdampak bencana. Lebih dari 60 warga meninggal dunia dalam peristiwa ini.

Pencarian dan pertolongan melibatkan ribuan tim gabungan yang dikoordinasikan Basarnas. Tim SAR tersebut meliputi personel Basarnas 63 orang dan potensi SAR 1.799 orang. Pada hari ketiga pascagempa, Basarnas tidak mendapatkan lagi adanya laporan orang hilang di wilayah terdampak. Namun demikian, Basarnas tetap menurunkan personel secara optimal khususnya di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur.

Selain operasi pencarian dan pertolongan, pelayanan medis darurat terus diupayakan sejak terjadinya gempa pada Sabtu lalu (15/8). Pos komando akan mengoperasikan rumah sakit lapangan untuk memberikan pelayanan kepada warga.

Dua rumah sakit lapangan telah dikirimkan menuju Kabupaten Manggarai dan Nagekeo. Fasilitas ini akan berfungsi untuk melayani korban gempa maupun warga yang sakit. Fasilitas medis berupa rumah sakit, puskesmas dan fasilitas kesehatan lain di kabupaten tersebut rusak akibat guncangan gempa. Operasional rumah sakit ini nantinya akan mendapatkan dukungan dari tim emergensi medis (EMT) dari Kementerian Kesehatan.

Sebelumnya pada Minggu (16/8), Kementerian Kesehatan melalui Pusat Krisis telah mengaktifkan health emergency operation center atau HEOC di tingkat pusat, provinsi dan kabupaten/kota di wilayah terdampak bencana. Aktivasi HEOC berada di 9 lokasi strategis. Kesembilan titik tersebut berada di tingkat provinsi dan 9 titik di kabupaten terdampak.

Pada sektor pelayanan darurat kesehatan, Kementerian Kesehatan memobilisasi dua tim manajemen krisis kesehatan, masing-masing menuju Kabupaten Sikka dan Ende. Selanjutnya EMT juga diterjunkan sebanyak dua tim, dimana satu tim mencakup Kabupaten Ende Nagekeo dan Manggarai Barat, dan satu lainnya melayani Kabupaten Sikka.

Di samping itu, Kementerian Kesehatan mengirimkan bantuan obat-obatan, bahan medis habis pakai, emergency kit, tenda pos kesehatan dan oksigen lonsentrator serta tenda pos kesehatan untuk menunjang penanganan darurat.

Pelayanan medis bagi korban terdampak gempa juga mendapatkan dukungan dari personel TNI dan Polri. 

Dampak Kerusakan

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di wilayah terdampak terus memutakhirkan data kerusakan bangunan tempat tinggal.

Rincian kerusakan rumah di wilayah Kabupaten Nagekeo, terdiri 116 unit rumah rusak berat (RB), 6 unit rumah rusak sedang (RS) dan 42 unit rumah rusak ringan (RR).
 

  • Kabupaten Ende, kerusakan terdiri dari 108 unit rumah RB, 85 unit rumah RS, dan 268 unit rumah RR.

  • Kabupaten Manggarai, rincian kerusakan meliputi 761 unit rumah RB, 76 unit rumah RS, 147 unit rumah RR.

  • Kabupaten Manggarai Timur, kerusakan meliputi 23 unit rumah RB, 15 unit rumah RS, 11 unit rumah RR. 

  • Kabupaten Manggarai Barat, kerusakan meliputi 481 unit rumah RB, 202 unit rumah RS, 231 unit rumah RR.

 
Kabupaten Ngada, total kerusakan mencapai 1.796 unit rumah. BPBD masih melakukan pendataan dan verifikasi tingkat kerusakan tersebut. 

Sedangkan di Kabupaten Sikka, jumlah tempat tinggal terdampak meliputi 145 unit rumah RB, 16 unit rumah RS, 12 unit rumah RR.

Di samping rumah warga, guncangan gempa juga merusak sejumlah fasilitas umum, seperti tempat ibadah, fasilitas kesehatan, pendidikan, perkantoran dan fasilitas umum lain, termasuk akses jalan.

Sampai dengan hari ini (17/8), Pos Pendamping Nasional mencatat jumlah gempa susulan mencapai 1.576 kali, dengan magnitudo terbesar 6,2. Sedangkan BMKG merilis, dari total gempa susulan tadi, sebanyak 54 gempa susulan yang dirasakan warga. Aktivitas gempa masih fluktuatif dan pola peluruhan belum terlihat jelas. Diperkirakan kondisi akan mulai stabil dalam 2–3 minggu ke depan. (*)

Berita Terkait