PB PII mengajak pemuda, mahasiswa, pelajar, tokoh masyarakat, pemerintah, dan seluruh elemen bangsa menjaga persatuan serta menyelesaikan perbedaan melalui dialog dan musyawarah.
Klikwarta.com, Jakarta - Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PB PII) menyerukan seluruh elemen bangsa untuk mengedepankan dialog, menjaga persatuan, dan menolak segala bentuk provokasi di tengah dinamika sosial-politik nasional. PB PII menegaskan komitmennya untuk ikut mengawal keutuhan bangsa dengan mendorong terciptanya suasana kebangsaan yang kondusif, sekaligus memperkuat pembangunan karakter generasi muda Indonesia.
PB PII menyatakan tidak mendukung rencana maupun aksi yang berpotensi memicu agitasi, menyebarkan isu provokatif, atau mengganggu ketertiban umum. Meski demikian, organisasi ini menilai kritik dan aspirasi masyarakat tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Aspirasi publik, menurut PB PII, perlu disampaikan secara bertanggung jawab, transparan, konstitusional, serta tetap mempertimbangkan keselamatan masyarakat dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Untuk mencegah ketidakpuasan publik berkembang menjadi konflik horizontal, PB PII mendorong pemerintah dan DPR membuka ruang komunikasi dan dialog yang lebih luas. Pemerintah dan wakil rakyat dinilai perlu memastikan tersedianya mekanisme yang transparan untuk menyerap aspirasi masyarakat dan mencari jalan keluar yang inklusif. Musyawarah dan dialog terbuka diyakini dapat menjadi langkah strategis untuk meredam ketegangan sekaligus menemukan solusi atas berbagai persoalan bangsa.
PB PII juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, khususnya di media sosial. Publik diminta menerapkan sikap saring sebelum sharing serta tidak terjebak dalam narasi yang sengaja mempertentangkan satu kelompok dengan kelompok lainnya.
Pada saat yang sama, aparat penegak hukum didorong menjalankan tugas pengamanan secara profesional, proporsional, dan humanis. Penegakan hukum, menurut PB PII, harus tetap berjalan seiring dengan penghormatan terhadap hak-hak konstitusional warga negara.
PB PII kemudian mengajak organisasi kepemudaan, mahasiswa, pelajar, serta tokoh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kualitas demokrasi Indonesia. Demokrasi hendaknya menjadi ruang untuk menyelesaikan persoalan melalui dialog dan musyawarah, bukan menjadi panggung untuk memperlebar perbedaan.
Dengan mengedepankan persatuan, komunikasi yang terbuka, serta penyampaian aspirasi secara damai dan bertanggung jawab, PB PII meyakini Indonesia dapat menghadapi berbagai tantangan kebangsaan tanpa kehilangan semangat kebersamaan menuju masa depan yang damai dan sejahtera. (**)








