Wakil Walikota Tegal Sebut Ada Tiga Kunci Kendalikan Inflansi
Klikwarta.com, Tegal – Wakil Walikota Tegal sebut ada tiga Kunci dalam pengendalian inflansi, hal ini diutarakan saat memimpin High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Tegal dengan tema “Strategi Pengendalian Inflasi Menjelang Hari Raya Natal 2019 dan Tahun Baru 2020”, Jumat (22/11) di Hotel Primebiz Kota Tegal.
Menurut Wakil Walikota Tegal Muhammad Jumadi, S.T., M.M. hal ini untuk Mendorong TPID memanfaatkan perkembangan teknologi informasi sebagai salah satu kunci dari tiga kunci utama kesuksesan mengendalikan inflasi dengan teknologi, inflasi lebih mudah terkendali apabila produksi, distribusi, dan pemasaran melibatkan teknologi digital. Teknologi juga dapat memendekkan mata rantai distribusi sehingga akan lebih banyak manfaat dan nilai tambah terhadap produsen, dalam hal ini adalah petani. Kita dorong Tim TPID untuk bersinergi dan berkolaborasi. Misalnya Dinkominfo dengan Bulog.
Dua kunci lainnya yakni, sinergi dan perdagangan antar wilayah. Sinergi, dilakukan dengan melaksanakan kebijakan 4K yang merupakan kepanjangan dari Keterjangkauan harga, Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi dan Koordinasi dan serta Komunikasi yang efektif. Dan sinergi diperkuat dari segala aspek, termasuk diantaranya infrastruktur dan kelancaran distribusi.
Sedangkan kunci ketiga, yakni memperluas pertumbuhan perdagangan antar wilayah ke daerah lain. Selain itu, keberadaan lembaga ekonomi dipedesaan, BUMD, koperasi ataupun komunitas produksi, diharapkan Jumadi, dapat menjadi penyangga kebutuhan daerah sekitar.
Bahkan meminta TPID untuk melakukan hal konkret dalam mengendalikan inflasi. Selain mewujudkan kios atau toko TPID di Pasar tradisional yang disokokng Bulog sebagai penyedia komoditasnya, juga melaksanakan kegiatan sidak pasar.
“Sidak pasar akan kita laksanakan pada hari Senin besok (tanggal 25 November, red)). Sehingga kita dapat mengumpulkan informasi riil di lapangan dan merumuskan tindakan yang perlu segera diambil apabila terjadi anomali harga yang berpotensi memberikan tekanan inflasi dalam jangka panjang dan menyeluruh,” imbuhnya (red/tim)








