Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan melalui BPTD Kelas II Kalimantan Timur melakukan kegiatan Normalisasi dan Penyesuaian Dimensi Kendaraan Angkutan Barang
Klikwarta.com, Balikpapan - Sebagai upaya mendukung percepatan implementasi penanganan kendaraan lebih dimensi dan lebih muatan atau Over Dimension Over Loading (ODOL), Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan melalui BPTD Kelas II Kalimantan Timur melakukan kegiatan Normalisasi dan Penyesuaian Dimensi Kendaraan Angkutan Barang.
Kegiatan tersebut dilakukan pada Kamis (27/8) di Plaza Balikpapan bersamaan dengan peluncuran layanan pick up dan drop off BTS Balikpapan City Trans dan layanan angkutan antarmoda Balikpapan - IKN.
"Hingga saat ini terdapat 69 kendaraan yang telah mendaftar ke BPTD Kelas II Kalimantan Timur untuk mengikuti proses normalisasi. Enam puluh kendaraan berasal dari Samarinda. Namun pada hari ini sebagai langkah awal atau kick off akan dilaksanakan kegiatan normalisasi pada 14 kendaraan," jelas Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan saat meninjau langsung lokasi normalisasi.
Ia menyatakan banyaknya perusahaan yang mendaftarkan kendaraannya untuk normalisasi dan penyesuaian dimensi menjadi hal yang positif karena menunjukkan adanya partisipasi dan komitmen dari para pemilik dan pelaku usaha angkutan barang dalam mendukung implementasi kebijakan penanganan kendaraan lebih dimensi dan muatan.
Adapun, perusahaan yang telah mendaftar kendaraannya untuk dilakukan normalisasi di antaranya PT. Aldi Mitra Sejahtera, PT. Perdana Semesta Perkasa, PT. Nathan Najwa Logistik, PT. Panen Abadi Logistik, dan PT. Indo Kargo Nusantara.
Sementara, perusahaan karoseri yang digunakan untuk melaksanakan kegiatan ini di antaranya PT. Expedisi Menara Samarinda, PT. Pundi Satria Nusantara, dan PT. Karunia Jaya Bangkit.
Dirjen Aan mengungkapkan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada operator atau perusahaan angkutan barang yang secara sukarela dan dengan biaya pribadi ingin melakukan normalisasi terhadap kendaraannya.
"Kami berharap dapat terus menjaga kolaborasi dan komitmen bersama untuk mempercepat penanganan kendaraan lebih dimensi dan muatan sekaligus mendorong terwujudnya sistem angkutan barang yang lebih berkeselamatan dan tertib," pungkasnya. (**)








