Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Hidayat Arsani
Klikwarta.com, Jambi - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Hidayat Arsani, menilai penerapan manajemen talenta yang didampingi Badan Kepegawaian Negara (BKN), memberikan kemudahan bagi pemerintah daerah dalam mengelola dan mengambil keputusan terkait Aparatur Sipil Negara (ASN). Menurutnya, manajemen talenta memberikan instrumen yang membantu pemerintah daerah dalam menentukan kebijakan pengelolaan ASN secara lebih terukur, dan memiliki kriteria yang jelas sehingga pemerintah daerah lebih terbantu dalam mengambil keputusan.
Penerapan manajemen talenta yang didukung dengan kriteria dan pemetaan yang jelas, menurutnya, membuat pemerintah daerah memiliki instrumen yang lebih kuat dalam menentukan langkah pengelolaan ASN. Mulai dari keputusan terkait penempatan maupun pengembangan ASN, dapat dilakukan berdasarkan data dan kapasitas pegawai, bukan semata-mata pertimbangan subjektif.
Dengan kemanfaatan itu, Ia menyampaikan apresiasi kepada Kepala BKN, Prof. Zudan, atas dukungan dan pendampingan BKN terhadap penerapan manajemen talenta di daerah. Ia menilai kehadiran BKN memberikan manfaat nyata bagi pemerintah daerah. “Dengan adanya sistem manajemen talenta memang sangat menguntungkan kami, dan membantu kami dalam mengambil keputusan, karena sistem ini mempunyai kriteria yang sangat memuaskan,” ungkapnya, dalam rilis yang diterima redaksi, Rabu (9/9/2026).
Oleh karena itu, Ia berharap penerapan sistem manajemen talenta dapat diterapkan di seluruh 38 provinsi di Indonesia sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh pemerintah daerah di seluruh Indonesia. “Saya berharap sistem ini untuk Indonesia segera dilaksanakan semuanya. Kami di daerah sangat terbantu dengan sistem ini dan kami selalu menyambutnya secara positif,” katanya, saat ikut menghadiri Rapat Koordinasi Pembinaan Manajemen ASN Se-Wilayah Provinsi Jambi di Amaris Hotel Bungo, beberapa waktu lalu.
Menurutnya, sistem manajemen talenta penting untuk mendukung pengelolaan ASN yang lebih baik dan pada akhirnya memberikan manfaat bagi masyarakat. “Saya bangga bisa datang ke sini untuk memperkenalkan dan mendorong penerapan manajemen talenta ini untuk kepentingan rakyat, kepentingan bangsa, dan kepentingan Republik Indonesia. Sistemnya sangat-sangat baik sekali,” ungkapnya.
Apresiasi tersebut sejalan dengan arah kebijakan BKN dalam mempercepat penerapan manajemen talenta di kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah. Kepala BKN, Prof. Zudan, menegaskan bahwa esensi manajemen talenta adalah memastikan ASN yang memiliki kompetensi, potensi, dan kinerja terbaik dapat ditempatkan pada jabatan yang sesuai dengan kebutuhan organisasi. “Semangat utama manajemen talenta adalah memastikan orang yang tepat menduduki jabatan yang tepat untuk mencapai target yang telah ditetapkan,” tegas Prof. Zudan. (**)








