Kawal Kelaikan Boeing TNI AU, Dankoharmatau Perkuat Sinergi dan Safety Awareness dalam Penanganan Structural Damage

Selasa, 26/05/2026 - 23:02
Dankoharmatau Marsekal Pertama TNI Rudolf Presley Buulolo

Dankoharmatau Marsekal Pertama TNI Rudolf Presley Buulolo

Klikwarta.com, Bandung – Komandan Komando Pemeliharaan Materiel TNI Angkatan Udara Marsma TNI Rudolf P. Buulolo memimpin Rapat Koordinasi Lanjutan Pembahasan Structural Damage pesawat Boeing B-732-200 yang berlangsung di Ruang Rapat Basir Surya, Mako Koharmatau, Bandung, Senin (25/05/2027).

Rapat strategis tersebut digelar sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga kesiapan operasional alutsista udara sekaligus memastikan aspek keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas utama di lingkungan TNI Angkatan Udara.

Dalam sambutannya, Dankoharmatau menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh peserta rapat yang hadir secara langsung maupun melalui video conference. Menurutnya, kehadiran seluruh unsur terkait mencerminkan profesionalisme, dedikasi, serta tanggung jawab bersama dalam menjaga kelaikan operasional pesawat Boeing B-732-200 yang memiliki peran strategis dalam mendukung berbagai tugas dan operasi TNI AU. Tingkat kesiapan pesawat, lanjutnya, merupakan faktor mutlak yang tidak dapat ditawar demi mendukung keberhasilan pelaksanaan tugas negara.

Marsma TNI Rudolf P. Buulolo menegaskan bahwa pembahasan structural damage bukan sekadar persoalan teknis semata, tetapi juga menyangkut aspek keselamatan terbang, keberlangsungan dukungan pemeliharaan alutsista, hingga kesiapan operasional jangka panjang. Oleh karena itu, rapat koordinasi lanjutan ini menjadi forum penting untuk mengintegrasikan seluruh data, hasil investigasi, kajian teknis, serta rekomendasi penanganan secara objektif, profesional, dan komprehensif.

.

Lebih lanjut, Dankoharmatau berharap seluruh pihak dapat memperkuat sinergi dan koordinasi lintas satuan guna menghasilkan langkah penanganan yang efektif dan tepat sasaran. Selain upaya perbaikan, forum tersebut juga membahas langkah mitigasi risiko serta strategi pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. Penekanan terhadap budaya safety awareness, ketelitian inspeksi, dan ketepatan pengambilan keputusan menjadi poin penting yang disampaikan dalam rakor tersebut.

Dalam kesempatan itu, Dankoharmatau juga menaruh harapan besar kepada PT Garuda  Maintenance Facility Aero Asia Tbk agar dapat memberikan dukungan optimal melalui solusi teknologi, metode perbaikan terbaik, serta percepatan proses pengerjaan. Kolaborasi erat antara TNI AU dan industri pemeliharaan penerbangan nasional dinilai menjadi faktor kunci dalam mempercepat pemulihan kesiapan pesawat Boeing B-732-200 sehingga dapat segera kembali mendukung tugas-tugas kedinasan secara maksimal.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wadan Koharmatau, Ir Koharmatau, Kapoksahli Koharmatau, para pejabat Koharmatau, Direktur Utama PT GMF Aero Asia Tbk beserta staf, Komandan Depohar 10, Dansathar 14 Depohar 10, serta para undangan yang mengikuti rapat secara video conference, di antaranya Kasubdis Pesang Disaeroau, Dandepohar 20, Dandepohar 30, Aslog Grup 4 Khusus Koopsau, Kasi Boeing 737 Subdis Pesang Disaeroau, Danskatek 044 Depohar 30, Kasihar Skadron Udara 5, serta para perwira dan peserta rakor lainnya. Forum tersebut diharapkan mampu melahirkan keputusan terbaik demi kemajuan organisasi serta keselamatan operasional penerbangan TNI Angkatan Udara.

(Kontributor : Arif)

Berita Terkait