Konstalasi Bawakot Bengkulu ‘Bergetar’

Rabu, 02/08/2017 - 21:53
ilustrasi politik (net)

ilustrasi politik (net)

Oleh: Benny Hakim Benardie

Jelang pemilihan walikota Bengkulu Tahun 2018 kian bergetar. Bukan karena program banyolan politik atau iming-iming uang subhat, melainkan munculnya sosok-sosok yang karismatik dengan simpul masa jelas. Irasional, Ya......Memang irasional. 

Dalam politik memang irasional selalu membayangi rasionalitas masyarakat pemilih. Tapi itu merupakan bagian dari dunamika dan romantika percintaan politik.

Balon Walikota (Bawakot) yang kasat mata saat ini muncul, Patriana Sosialinda, Erna Sari Dewi, Suhaimi Fales dan lainnya, mungkin sosok politisi yang akrab dengan  konstituennya secara sosial. Tidak untuk sosok Bawakot David Suardi. Tanpa gaung tapi suaranya terdengar ditelinga dan 'bergetar' di jiwa.  
      
Kenapa begitu? Betapa tidak, seorang perwira menegah TNI aktif, berpangkat Mayor Infantri dan jebolan Akademi Militer, mau mengabdikan diri sebagai walikota Bengkulu di kota kelahiranya bila terpilih. Bukankah karier militernya cemerlang? Namun inilah rasa. Ingin terjun kedunia politik itu soal rasa. Inilah yang penulis maksud irasional selalu membayangi rasionalitas tadi.   

Konstalasi politik tentunya bukan hanya semarak, dinamis tapi ‘bergetar’. Karena sosok ini berdiri dalam  Esprit de corps.  Dalam persekutuan yang kuat  perasaan bangga dan suatu loyalitas tertentu yang dimiliki oleh seluruh anggota suatu kelompoknya. Mayor Inf David Suardi bagian dari TNI . tentunya, pengaruh isme TNI berpengaruh di jiwanya.  

Kans mempuni dengan beberapa alasan. Ini sosok dari SD hingga SMA memang hidup di Kota Bengkulu. Hijrah menunaikan tugas negara dan kini kembali lagi di kotanya  menjabat KAPENREM 041 Gamas.    

Saat balik ke kota Bengkulu, Sang Mayor ini tetap bergaul dengan teman-teman sepermainannya  dahulu. Tatkala wacana pencalonaannya sebagai walikota bergaung, Pangdam Sriwijaya Mayjend. TNI. A.M. Putranto mengizinkan. Inilah yang mungkin dapat membuat ‘bergetar’ calon kandidat yang ada. Apalagi Sang Mayor melalui jalur independen pula. 

Butuhkah Kota Bengkulu sosok seperti Sang Mayor ini? Tentunya tidak dalam kapasitas penulis menjawabnya.   Seorang Walikota Bengkulu  mendatang layaknya mempunyai  aura, mempunyai kharismatik tradisional.

Maksud penulis kharismatik tradisional itu adalah  seorang Walikota Bengkulu yang disegani dan dihormati  dalam kepemimpinannya, karena tindaklakunya, kinerjanya  dengan mengikuti irama daerah demi kemajuan dan kemapanan.  

Pemerhati Sejarah dan Budaya di Bengkulu 

Tags

Berita Terkait