Media Gathering bersama wartawan di Kantor DPW PKS Jatim, Rabu (11/3/2026).
Klikwarta.com, Jatim - DPW PKS Jatim menargetkan peningkatan perolehan suara hingga 10 persen, atau dua digit pada Pemilu 2029. Target tersebut disampaikan dalam Media Gathering bersama wartawan di Kantor DPW PKS Jatim, Rabu (11/3/2026).
Disampaikan olehnya, saat ini perolehan suara PKS di Jawa Timur masih berada di kisaran satu digit. Pada pemilu sebelumnya, suara PKS di tingkat pusat sekitar 6 persen, di provinsi 4,3 persen, dan di kabupaten/kota sekitar 6,2 persen.
“Melihat kondisi politik di Jawa Timur yang sangat kompetitif dengan berbagai karakter pemilih, kami menilai target 10 persen merupakan target yang realistis,” kata Bagus.
Apabila target tercapai, PKS memperkirakan dapat meraih sekitar 8 kursi DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Timur. Dari total 87 kursi DPR RI yang diperebutkan di 11 dapil Jawa Timur, PKS menargetkan 8 kursi DPR RI dan 12 kursi DPRD Jawa Timur
Menurut Bagus, salah satu program prioritas PKS saat ini adalah K2P2 atau Kaderisasi dan Pelayanan Publik. Program ini menjadi fokus utama kepengurusan PKS pada era kepemimpinan terbaru partai dan akan dijalankan secara bertahap dengan target berbeda setiap tahunnya.
Ia menjelaskan, setelah kepengurusan DPW PKS Jawa Timur dilantik pada Agustus 2025, pihaknya langsung memprioritaskan sosialisasi program kepada seluruh struktur partai di daerah.
"Tahun 2025 kemarin fokus kita memang sosialisasi program ke seluruh daerah di Jawa Timur. Ini tidak mudah karena Jawa Timur memiliki 38 kabupaten/kota, terbesar di Indonesia,” jelasnya.
Dalam proses tersebut, pengurus DPW berkomitmen mendatangi seluruh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS di tingkat kabupaten/kota untuk memastikan program pusat dapat dipahami dan dijalankan secara seragam.
Awalnya, sosialisasi tersebut ditargetkan rampung sebelum akhir 2025. Namun karena sejumlah agenda partai di tingkat pusat yang harus diikuti, proses konsolidasi baru selesai pada Januari 2026.
“Alhamdulillah sekarang seluruh DPD sudah kita datangi dan kita sudah mempresentasikan target pusat, target wilayah, hingga target masing-masing kabupaten/kota,” kata Bagus.
Selain konsolidasi internal, PKS Jawa Timur juga mulai mempersiapkan strategi pemenangan untuk Pemilu 2029.
Partai menargetkan mampu meraih 10 persen suara di Jawa Timur. Target tersebut diharapkan berdampak pada peningkatan jumlah kursi legislatif PKS di berbagai tingkatan.
“Kalau kita bisa mencapai 10 persen suara, harapannya kursi DPR RI dari Jawa Timur bisa bertambah sekitar delapan kursi. Untuk DPRD Provinsi targetnya sekitar 12 kursi,” ujarnya.
Saat ini, kekuatan PKS di Jawa Timur masih terbatas. Untuk DPR RI, PKS memiliki lima kursi dari daerah pemilihan di Jawa Timur. Sementara di DPRD Provinsi juga terdapat lima kursi, dan di DPRD kabupaten/kota total sekitar 104 kursi.
Dengan jumlah daerah pemilihan yang mencapai sekitar 212 dapil di tingkat kabupaten/kota, PKS menargetkan dapat meraih sekitar 180 kursi DPRD di masa mendatang. Bagus menegaskan, target tersebut tidak akan dicapai secara instan. Partai telah menyusun peta jalan dan evaluasi tahunan untuk memastikan strategi pemenangan berjalan efektif hingga 2029.
“Kita sudah rumuskan langkah-langkahnya, termasuk evaluasi setiap tahun. Dengan begitu kita bisa melihat progres kita sudah sampai di mana dan apa yang perlu diperbaiki,” jelasnya.
Di sisi lain, PKS Jawa Timur juga menegaskan komitmennya untuk mendukung program pemerintah provinsi yang dipimpin Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak.
Bagus mengatakan, sebagai partai pengusung pada pemilihan sebelumnya, PKS akan mengawal program pemerintahan hingga masa jabatan berakhir.
“Sebagai partai pengusung tentu kita mendukung program pemerintah provinsi sampai selesai. Tetapi dukungan itu tetap disertai dengan kritik dan masukan yang konstruktif,” pungkasnya. (*)








